Posted: 19 Juni 2010 02:41:00 by steven_sitongan BeritaNet.com | Dilihat 2445 kali

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan cadangan energi terbesar di dunia, kekayaan tambang yang melimpah menjadi primadona bagi Negara investor untuk menanamkan modal. Pihak PLN dengan segala kompetensi mengolah pembangkit listrik selama puluhan tahun namun memiliki kondisi keuangan merugi dengan alasan menjual listrik di bawah harga produksi. PLN telah memasuki masa restrukturisasi dengan dinahkodai oleh seorang pebisnis dan mantan CEO salah satu koran terkemuka Dahlan Iskan tentu memiliki sejumlah inisiatif untuk mencoba memberikan layanan listrik dengan harga yang mampu dijangkau oleh semua lapisan. Masalah yang dihadapi oleh PLN saat ini dimana sebagian besar pembangkit memiliki kendala teknis karena menggunakan bahan bakar minyak padahal pembangkit tersebut diperuntukan untuk bahan bakar gas.

Saat ini semua pembangkit listrik diharapkan memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia yang ingin bebas pemadaman listrik. Untuk menurunkan cost production PLN sepantasnya melirik sumber energi yang secara ekonomi lebih murah dan memiliki produksi yang berkelanjutan. Saat ini pembangkit listrik tenaga uap terus digenjot untuk menstabilkan kebutuhan listrik di seluruh Indonesia, di samping proyek 10.000 MW yang akan bergulir beberapa tahun ke depan. Perusahaan ini telah menerbitkan sukuk sebesar 10 Triliun untuk belanja modal (Cepex) alangkah baiknya selain untuk membeli pasokan minyak dan batubara, Dahlan Iskan juga memprioritaskan pengembangan energi terbarukan seperti geothermal.

Pembangkit listrik membutuhkan pasokan batu bara yang mampu disuplai oleh perusahaan dalam negeri, kita tahu Indonesia memiliki cadangan batu bara terbesar di dunia dan punya perusahaan berkelas dunia yang berbasis di Kalimantan. Bumi Resources menjadi pengekspor no.1 dunia dengan peningkatan produksi setiap tahun. Kalimantan memiliki cadangan batu bara yang tinggi dan kita tidak pusing dengan efisiensi biaya pasokan, hal ini harus menjadi keuntungan utama PLN. PLN dapat realistis batu bara dan gas menjadi alternatif energi yang lebih kompetitif ketimbang menggunakan solar.

Rencana strategis ini diperlihatkan dengan pembangunan 140 PLTU Kecil dengan total 800 MW yang selesai. Indonesia memiliki cadangan energi gas dan batu bara melimpah, hal ini menjadi titik tolak PLN harus efisien dalam membangun pembangkit listrik. Kesalahan pihak PLN sebelumnya saat ini diperbaiki Dahlan Iskan dengan perencanaan pembangkit listrik gas batu bara 2 minggu yang lalu, ditargetkan selesai target tahun depan dengan daya sebesar 400 MW.

Kemampuan pendanaan PLN yang kuat harusnya membuat perusahaan ini melirik tenaga panas bumi sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan. Kita sadar potensi geothermal baru dimaksimalkan sebanyak 5%, Indonesia memiliki sumber panas bumi terbesar di dunia. Salah satu perusahaan energi dunia Chevron telah mengkampanyekan keunggulan mereka dalam menjaga lingkungan dengan geothermal. Pemerintah telah memberi angin segar untuk pemanfaatan energi panas bumi, sehingga modal PLN diinvestasikan untuk pengembangan pembangkit geothermal sebagai pendukung daya listrik selain PLTU dan PLTG. Tidak salah bahwa efek pemanasan global yang semakin terasa membuat setiap kalangan harus berpikir langkah strategis yang harus diambil untuk menjamin kesinambungan energi tanpa mengorbankan lingkungan global. Indonesia bisa menjadi Negara dengan sumber energi murah dengan kelebihan sumber daya alam yang dieksploitasi dengan sebijak mungkin.

Komentar Anda

Artikel terkait