Posted: 02 Maret 2010 15:24:00 by DR. Jakoep Ezra, CBA, CPC BeritaNet.com | Dilihat 3020 kali

Keberuntungan bisa diraih dan bisa menjadi milik semua orang

Seorang petani memiliki seorang anak laki-laki dan seekor kuda. Suatu ketika anak petani terjatuh dari kuda dan kakinya menjadi pincang. Si petani menjadi sangat sedih dan menyesali betapa malang nasibnya mempunyai anak laki-laki yang pincang.

Tidak lama kemudian terjadi perang, dan para pemuda diwajibkan mengikuti dinas militer bela negara. Banyak pemuda yang gugur karena perang tersebut, namun beruntung sang petani karena anaknya pincang, ia ditolak ikut wajib militer.

Apa yang kita pelajari dari kisah tersebut? Peristiwa baik atau buruk, ternyata bukan faktor penentu keberuntungan kita. Tapi bagaimana respons kita menghadapinya.

Di tahun 2010 ini, mungkin banyak yang diharapkan, namun banyak hal pula yang dapat terjadi. Bagaimana sikap kita untuk mengelola keberuntungan kita?

Mencari Peruntungan
Saat ini banyak tawaran menarik yang tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Bagaimana cara mendapat untung sekejap, dari yang masuk akal hingga yang paling nonsense. Anehnya, banyak juga orang yang mau sukarela ditipu demi iming-iming keuntungan. Mulai dari arisan, bisnis uang hingga multilevel yang tidak jelas.

Ada lagi yang memakai cara-cara klenik dan tebak-tebakan ramalan untuk mencari peruntungan dan nasib yang mujur. Tanpa sadar hanya menyeret kita kepada ketidak pastian hidup dan frustasi yang berkepanjangan. Karena kita dicobai oleh keinginan sendiri yang tidak tunduk kepada hikmat dan sikap takut kepada Tuhan.

Padahal setiap pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna pasti berasal dari Tuhan. Karena Tuhan selalu menginginkan agar kita beruntung dan berhasil dalam usaha dan setiap jerih lelah kita.

Faktor Keberuntungan
Ada empat pilar utama yang dapat menjadi faktor keberuntungan kita.

1. Faith : fromnothingtothing(dari nihil menjadi berarti)
Karena iman kita memahami bahwa alam semesta telah dijadikan oleh fiman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah dijadikan dari apa yang tidak dapat kita lihat. Iman membangun daya cipta dan kreatifitas kita. Iman menerobos kemungkinan dan peluang. Iman adalah keyakinan akan penggenapan janji Tuhan. Iman bukan mimpi, tapi bagaimana mewujudkan potensi dan talenta yang ada pada kita dengan dasar.

2. Hope: fromtribulationtotriumph (dari kesengsaraan kepada kemenangan)
Seseorang mungkin bisa kehilangan segalanya, namun ia tetap mampu berjuang jika masih memiliki harapan. Sebaliknya ada orang yang mungkin memiliki segalanya, tapi bagaimanapun ia pasti gagal jika kehilangan pengharapan. Pengharapan sanggup mengubah kesengsaraan menjadi suatu kemenangan. Pengharapan membuahkan ketekunan yang memampukan kita melewati berbagaiujian dan tekanan untuk meraih kesuksesan.

3. Love: fromGod and man
(dari Allah dan manusia)
Allah adalah kasih. Orang yang telah menerima kasih Allah akan memiliki sumber kasih itu sendiri. Kasih membuka hati dan kesempatan. Orang yang dibenci pasti sulit beruntung, karena banyak peluang akan tertutup baginya. Kasih membawa damai sejahtera. Orang yang hidup dalam kasih pasti memiliki kesempatan dan peluang kesuksesan karena memiliki integritas dan empati.

4. Fearof God : fromknowledgetowisdom(dari pengetahuan kepada hikmat)
Apa bedanya antara pengetahuan dan hikmat? Pengetahuan merupakan sesuatu yang dikenal dan diketahui saja. Sedangkan hikmat merupakan pemahaman yang benar dengan cara, waktu, orang, tempat dan situasi penerapan yang tepat. Hikmat didasari oleh kerendahan hati dan pengakuan akan kedaulatan Tuhan. Hikmat adalah melakukan dengan setia dan tepat segala jalan dan hukum-hukum Tuhan. Janji Tuhan kepada orang yang melakukan firman Tuhan dengan berhati-hati adalah keberhasilan dan keberuntungan.


Komentar Anda

Artikel terkait