Posted: 21 Desember 2009 14:54:00 by Heni Pratiwi BeritaNet.com | Dilihat 2525 kali

Di era globalisasi ini, masyarakat telah berubah dalam cara sudut pandangnya. Banyak diantaranya yang lebih memilih hidup mewah daripada hidup sederhana.

Misalnya dalam penggunaan HP (handphone), masyarakat lebih memilih HP yang model dan harganya lebih mahal. Mereka tidak mau menggunakan HP yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bahkan generasi muda sekarang yang masih duduk di bangku sekolah dasar, banyak yang menggunakan HP mahal dan selalu update dengan model-model HP terbaru. Padahal mereka belum begitu memahami mengenai kesesuaian dan kegunaan HP tersebut di dalam hidup mereka. Justru ketidak mengertian mereka itu, dapat digunakan dalam hal yang negative. Sehingga dapat merugikan diri sendiri bahkan orang lain.

Hal diatas sangat berbeda dengan kehidupan di zaman sebelumnya. Masyarakat masih belum begitu mengerti mengenai alat-alat elektronik. Kegunaan HP yang terlalu sering, itu sangat merugikan. Ketika mata kita terus menatap layar HP, itu dapat menyebabkan sakit mata. Sama halnya ketika mata kita yang terlalu sering melihat layer komputer. Selain itu, bagi orang yang suka telepon menggunakan HP, itu juga dapat membuat telinga kita sakit karena efek yang ditimbulkan oleh radiasi HP. Sehingga bagi miss ring-ring dianjurkan untuk memakai handsfree ketika telepon.

Penggunaan HP di Indonesia ini sudah melewati batas. Di Malaysia bahkan Cina, penggunaan HP sudah di batasi. Bagi anak yang bersekolah, tidak boleh menggunakan HP. Mereka tahu akan dampak negative yang ada dalam HP, sehingga mereka membatasi warganya untuk memakai HP.

Maka dari itu, kita harus sadar akan dampak buruk dari penggunaan HP. Selain HP, masyarakat sekarang juga mggunakan sepeda motor dengan boros dan merugikan lingkungan. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak yang menggunakan sepeda motor dalam jarak yang seharusnya dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Namun masyarakat lebih senang menggunakann sepeda motor dengan alas an lebih cepat dan praktis. Padahal alasan tersebut salah besar.

Ketika masyarakat menggunakan sepeda motor, asap yang ditimbulkan juga dapat membuat polusi udara. Bahkan anak di usia dini sudah ada yang menggunakannya. Padahal usia mereka belum cukup untuk memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi), dan tidak salah jika polisi memberi tindakan lansung kepada pengemudi tersebut. Selain itu, rasio kecelakaan lebih di dominasi oleh anak muda daripada dewasa.

Hal itu disebabkan mereka belum bisa mengendarai dengan baik dan benar.
Ketika UU RI mengenai lalu lintas telah diperbarui, maka masyarakat Indonesia juga harus lebih berhati-hati. Karena denda bahkan hukuman yang diberikan cukup berat.

Penulis :  Febi Warta Nur Ani - Peserta Content Contest 2009


Komentar Anda

Artikel terkait