Posted: 25 Desember 2008 00:00:00 by Redaksi BeritaNet.com | Dilihat 1839 kali

"Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"
(Roma 12:18)


Mengambil tema Natal bersama dari PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) dan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) kali ini, perdamaian merupakan sebuah kerinduan yang kini sedang banyak didengungkan oleh umat manusia di seluruh dunia.

Perdamaian kini menjadi sangat penting artinya bagi manusia, terutama dalam menghadapi banyaknya perbedaan yang kerap kali disalah-artikan sehingga memicu benturan-benturan sosial di masyarakat.

Sebagai makhluk ciptaan ALLAH, sudah selayaknya kita menghormati Sang Pencipta melalui segala yang diciptakanNYA, termasuk perbedaan yang DIA ciptakan melalui manusia. Manusia sebagai citra atau gambaran diri dari ALLAH merupakan sebuah lambang tertinggi dari kasih ALLAH yang begitu mendalam terhadap alam semesta ciptaanNYA. Maka sangatlah disayangkan jika manusia dikemudian hari ternyata tidak dapat memahami kebesaran kasih ALLAH dengan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menghina dan menyakiti sesamanya.

Natal sebagai momentum peringatan kelahiran Yesus Kristus, Sang Raja Damai, sudah seharusnya mengingatkan kita tentang makna dari kehadiranNYA ke dalam dunia. Kehadiran Yesus yang bersahaja dalam wujud bayi manusia merupakan perlambang kebersahajaan kasih ALLAH dalam membawa karya penyelamatanNYA secara universal bagi umat manusia di dunia. ALLAH berkenan kembali untuk menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa semenjak manusia ’sulung’ ciptaanNYA, Adam dan Hawa memberontak dengan cara memakan buah terlarang. ALLAH kembali berkenan kepada manusia melalui karya penyelamatan kasih dan perdamaian yang dihadirkanNYA melalui kelahiran Putra TunggalNYA Yesus Kristus. Natal merupakan sebuah perlambang inisiatif pribadi ALLAH untuk mengembalikan kemuliaan manusia ciptaanNYA, karena sekeras apa pun usaha manusia untuk membayar ’hutang’ dosa-dosanya tidak akan pernah mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Yang mampu menyelamatkan manusia hanyalah kasih dari Sang Pencipta.

Marilah dengan semangat Natal kali ini, kita kembali kepada semangat cinta kasih antar sesama dalam segala perbedaan yang ada. Semangat cinta kasih yang tidak memandang kepada perbedaan sebagai pemecah, namun perbedaan sebagai suatu hal yang patut disyukuri untuk saling memperlengkapi dan hidup harmonis di dalamnya. Sebagai sebuah bangsa yang hidup majemuk dalam berbagai perbedaan, sudah sepantasnya kita saling mendahului untuk memberi hormat, penghargaan dan saling memahami perbedaan yang ada dalam masyarakat kita, karena tak ubahnya hidup dalam sebuah rumah, di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia kita harus selalu dapat bergandeng tangan di atas segala perbedaan yang ada untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman untuk tinggal bersama di dalamnya.

 

Pimpinan beserta segenap staff dan redaksi BeritaNET.Com mengucapkan :

”Selamat Natal 2008, kiranya kasih setia dan damai sejahtera dari ALLAH senantiasa memelihara kehidupan bangsa Indonesia."


Komentar Anda

Artikel terkait