Posted: 10 Oktober 2018 13:24:43 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 72 kali

Glassdoor, situs ulasan pekerjaan merilis 15 perusahaan yang tak menjadikan gelar sarjana sebagai persyaratan mendaftar ke perusahaan. Diantara nama perusahaan yang menerapkan hal tersebut adalah Apple, Google dan IBM.

Hal ini memang bukan hal yang mengherankan, mengingat perusahaan tersebut mencari orang dengan pengalaman dan bukan sekedar dari nilai dari peruguruan tinggi. Beberapa tahun lalu, Google mengakui jika nilai ujian kuliah tak mencerminkan performa seseorang dalam pekerjaan.

Demikian halnya dengan IBM yang memiliki 15 persen karyawan baru di Amerika Serikat yang tidak lulus kuliah. IBM mellaui CEO-nya, Ginni Rometty mengatakan bahwa sekolah vokasi dan pengalaman bekerja akan memberikan pelatihan yang lebih relevan bagi orang-orang yang bekerja di bidang teknologi daripada pelajaran yang diberikan di bangku kuliah.

Meski demikian, hal ini berarti kuliah tidak penting. Sebagian besar orang mempelajari kemampuan yang dibutuhkan saat masuk di dunia kerja dari kuliah. Namun, harus pula diingat bahwa tak memberi kesempatan orang-orang dengan kemampuan yang sama tetapi tak mengenyam pendidikan kuliah bukan hal baik.

"Kualifikasi akademis akan tetap diperhitungkan dan memang tetap menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menilai seorang calon pekerja. Namun, itu tidak akan menjadi penghalang bagi seseorang untuk untuk masuk ke perusahaan," kata Maggie Stilwell, Managing Partner for Talent dari Ernst and Young pada Huffington Post.

Oleh karena itu, seseorang yang mendapatkan kemampuan pemrograman secara otodikdak juga memiliki kesempatan yang sama bekerja di perusahaan teknologi sebagaimana mereka yang mendapatkan ilmu tersebut dari bangku kuliah.


Komentar Anda

Artikel terkait