Posted: 10 Oktober 2018 13:00:44 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 79 kali

Keempat, diracik sebagai ponsel perdana yang ditanami Android versi pertama, HTC Dream alias T-Mobile G1 memiliki tugas berat untuk meyakinkan dunia. Meski ponsel itu jauh dari kata sempurna saat itu, tapi Dream sukses mengubah dunia dan menjadi tonggak perkembangan smartphone. Ponsel ini mampu menarik perhatian dunia, sehingga mendorong para developer membuat aplikasi. Hal ini berdampak baik pada ponsel Android berikutnya yang lebih kaya akan aplikasi.

Benar saja, ponsel Android lainnya segera bermunculan pasca kehadrian Dream. Di awal kemunculan Android, merek Motorola, Samsung, LG an HTC diketahui yang pertama-tama melakukan adopsi. Merek-merek itu menyadikan tamplan dan fitur yang berbeda, mulai dari layar, dimensi hingga kemampuan kamera. Hal ini menjadi bukti bahwa Android yang dirancang sebagai platform open source sukses membuat banyak vendor berinovasi dan menyajikan pilihan yang lebih majemuk bagi konsumen.

Terakhir, HTC Dream mampu menjadi pesaing Apple dengan smartphone buatannya, iPhone. Tak seperti sekarang di mana iPhone dikenal sebagai ponsel premium yang sudah memiliki tempat di pasar mobile, di awal kemunculannya ponsel ini juga harus berjuang melawan merek kenamaan yang sudah hadir sebelumnya, BlackBerry dan Nokia. Hal ini juga yang harus dihadapi Dream.

Hadir sebagai  pemain baru, Android coba menyuguhkan tampilan yang lebih segar.
Ketika keduanya masuk ke pasar ponsel, keduanya adalah perusahaan baru dan mereka harus bersaing dengan perusahaan raksasa seperti BlackBerry dan Nokia. Ketika iPhone menjadi populer, perusahaan-perusahaan yang membuat platform lama itu tidak bisa berionvasi dengan cepat.

Disokong sumber daya yang cukup, Android tak gentar menghadapi Apple. Sebaliknya, kehadiran Android telah memantik perusahaan berlogo apel groak itu untuk ikut memoles kemampua kameranya dan fitur copy dan paste. Saat Android terus memacu kekuatan dan menunjukkan kekuatannya pada dunia, para pemain lama justru stagnan. iPhone terus membenahi diri meski harus terus bersaing dengan Android.

Walhasil BlackBerry dan Nokia pun tertinggal. Parahnya lagi, keduanya justru tergilas Android. Kini, untuk mempertahankan pamornya di pasar mobile, kedua pabrikan kawakan itu justru harus mengadopsi sistem operasi Android. Sementara sistem operasi racikannya sendiri tak begitu diminati konsumen. Dengan demikian, Android menjadi satu-satunya pesaing iPhone.


Komentar Anda

Artikel terkait