Posted: 10 Oktober 2018 12:58:01 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 69 kali

Tanggal 23 September 2018 menjadi tonggak sejarah baru bagi Android. Pada tanggal tersebut, sistem operasi buatan Google itu telah menginjak usia 10 tahun. Satu dasawarsa berlalu, Android telah menjelma menjadi sistem operasi mobile terbesar di dunia. Seluruh vendor menggunakan sistem operasi ini pada handset buatannya, kecuali Apple.

Namun, tahukah Anda, seperti apa ‘wajah’ ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi racikan raksasa mesin pencari itu? Beritanet.com akan mengajak Anda bernostalgia mengenang kembali smartphone pertama yang berbasis Android.

Ponsel cerdas itu bernama HTC Dream yang disebut dengan T-Mobile G1 di Amerika Serikat (AS). Tak seperti smartphone masa kini yang mulus dengan layar sentuh dan bodi yang menawan, T-Mobile G1 jauh dari kata sempurna—dilihat dari kaca mata smartphone masa kini. Ponsel itu tak memiliki keyboard dan headphone jack.

Meski demikian, ponsel itu tampil ungul berkat fitur kamera yang lebih baik dan fitur copy dan paste yang tak dimiliki iPhone saat itu. Seperti diketahui iPhone adalah ponsel cerdas buatan Apple yang dikenal eksklusif. Berbasis iOS racikannya sendiri, iPhone selalu dibanderol mahal dari kebanyakan smartphone di pasaran. Namun, kalan itu T-Mobile G1 mampu mengungguli dari segi fitur berkat 5 hal.

Pertama, ponsel ini memiliki kemampuan untuk dikustomisasi. Artinya, ponsel ini memungkinkan disesuaikan tampilannya. Orang-orang yang paham pemrograman bahkan bisa membuat aplikasi sendiri. Satu hal yang jelas, bagi orang awam fitur ini memungkinkan mereka mengubah tampilan home screen, wallpaper, dan ikon pada ponsel. Cara melakukan kustomisasi pun dilakukan dengan mudah, lebih mudah dari sistem operasi lain yang berkembang kala itu, Windows Mobile.

Dirancang sebagai platform open source, para vendor bisa mengubah sistem operasi Android dan menyesuaikan dengan keinginan mereka. Mereka bisa menambahkan fitur dan aplikasi tertentu di ponsel racikannya itu.

Kedua, Android juga menyediakan toko aplikasi sejak awal ‘kemunculannya’. Saat dibenamkan di T-Mobile G1 atau Dream, Google menyertakan pula fitur Android Market. Kini fitur itu sudah berubah menjadi Google Play yang menjajakan banyak aplikasi mobile. Namun, pada saat masih bernama Android Market, hanya sedikit saja aplikasi yang disuguhkan.

Ketiga, melalui smartphone tersebut, Google coba membuktikan fokusnya pada ekosistem perangkat lunak mereka. Sebut saja, pengguna bisa menggunakan Google Search, Gmail dan Maps.

Kelebihan iPhone adalah karena ia merupakan hardware buatan Apple. Pada dasarnya, iPhone pertama adalah iPod yang juga dapat melakukan panggilan telepon dan mengakses aplikasi seperti pada Mac. Google justru mengambil pendekatan yang bertolak belakang dan fokus pada ekosistem software mereka. Melalui Dream, Anda bisa menggunakan Google Search, Gmail dan Maps. Para pengguna yang terbiasa menggunakan software buatan Google, otomatis juga akan mudah menyesuaikan menggunakan Android.


Komentar Anda

Artikel terkait