Posted: 21 September 2018 10:14:50 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 92 kali

Google mulai memperkatat iklan dukungan teknis. Hal ini dilakukan mengingat semakin amraknya penipuan dengan metode berpura-pura menjadi technical support atau dukungan teknis di internet. Pembatasan iklan dukungan teknis itu pun dilakukan secara global.

Tak hanya itu, raksasa mesin pencari itu juga berencana memperkenalkan sistem verifikasi dalam beberapa bulan ke depan. Jurus ini memang tidak memberikan jaminan dukungan teknis palsu benar-benar hilang. Namun, cara tersebut setidaknya memungkinan pengguna mendapatkan layanan dukungan teknis yang sesungguhnya semakin tinggi.

Google tak memungkiri jika tindakan penipuan itu membuat kesulitan membedakan antara penyedia layanna sebenarnya dengan penipu. "Adanya kegiatan penipuan di platform kami membuat membedakan penyedia layanan yang sebenarnya dengan penipu menjadi semakin sulit," kata Director of Global Product Policy, Google, David Graff.

Berangkat dari alasan tersebut, Google pun bertekad dalam beberapa bulan ke depan akan memberikan rilis verifikasi untuk memastikan dari dukungan pihak ketiga yang asli dan bisa menjangkau konsumen di platform miliknya. "Inilah kenapa dalam waktu beberapa bulan, kami akan merilis program verifikasi untuk memastikan bahwa hanya penyedia dari dukungan teknis pihak ketiga yang asli yang bisa menjangkau konsumen di platform kami," terusnya.

Konon, Google sudah menghapus sebanyak 3,2 juta iklan palsu denagn berbagi tipe pada 2017. Iklan pusat rehabilitasi adalah salah satu iklan yang pernah ditemukan Google dan melakukan penipuan sebelum ini. Mengingat hal tersebut,ditambah lagi dengan semakin sulitnya membedakan antara layanan teknis asli dan palsu, Google pun merasa harus melakukan sistem verifikasi untuk layanan dukungan teknisnya.

Langkah lain yang ditempuh adalah menyaring para pengiklan palsu. Sementara itu, langkah Google ini dilakukan pasca Wall Street Journal melaporkan adanya layanan dukungan teknis palsu. Salah satunya melakukan penipuan dengan berpura-pura menjadi layanan asli dari Apple dan mengarahkan pelanggan ke nomor palsu.


Komentar Anda

Artikel terkait