Posted: 14 September 2018 14:41:46 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 90 kali

Dunia teknologi di Tiongkok sedang berselimut duka. Hal ini menyusul peristiwa pembunuhan penumpang wanita oleh pengemudi taksi online Didi Chuxing. Atas peristiwa nahas yang terjadi di Kota Wenzhou, Tiongkok tersebut, pemerintah setempat memperketat pengawasan terhadap industry transportasi online.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu juga memperingatkan mereka tak membutuhkan perusahaan ride-sharing yang tak bisa memberikan jaminan keselamatan pada penumpangnya. "Jika sebuah perusahaan tidak patuh dan tidak disiplin, dan menganggap nyawa penumpang sebagai permainan, publik akan memilih dengan kaki mereka dan pemerintah tidak akan tinggal diam," kata keterangan resmi Kementerian Transportasi China, seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu, National Development and Reform Commision (NDRC), salah satu otoritas ekonomi tertinggi Tiongkok mengatakan bahwa berbagai departemen pemerintah akan mendorong perbaikan pengelolaan operator ride hailing. Tak hanya itu, mereka juga bertekad akan memperluas penggunaan sistem kredit sosial yang baru di seluruh sektor transportasi. Otoritas pemerintah yang lain pun meminta Didi untuk memperbaiki layananannya.

Salah satunya adalah otoritas kota Shenzhen yang juga memberikan batasan waktu hingga akhir September mendatang utnuk anak perusahaan lokal Didi meningkatkan layanannya. Apabila peringatan ini tak diindahkan, Biro Lalu Lintas Shenzhen mengancam Didi tak memberikan persyaratan yang diberikan.

Selain itu, Otoritas Shenzhen juga mengancam akan mencabut izin usaha Didi. Lebih dari itu, mereka juga mengharuskan Didi berhenti menawarkan layanan internet di Shenzhen.

Peristiwa ini menjadi pekerjaan besar bagi Didi untuk tetap bisa mempertahankan posisinya sebagai perusahaan ride hailing terbesar di Negeri Panda. Kasus ini bisa menjadi keuntungan bagi perusahaan lain untuk meningkatkan performanya dan merebut pasar.

Sekedar tahu, di negara yang masyur dengan kuliner mie itu, terdapat lebih dari 80 perusahaan ride hailing. Didi menjadi yang terbesar dari kesulurhan jumlah tersebut setelah meminang Uber pada 2016 lalu.


Komentar Anda

Artikel terkait