Posted: 31 Juli 2018 09:01:20 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 60 kali

Tak ingin kalah saing dengan IG TV, kini platform berbagi video milik Google, YouTube, mendukung format video vertikal dengan tampilan baru untuk versi desktop, yakni berupa optimasi dari sisi user interface alias antarmuka. YouTube telah menghapus frame hitam 16:9 yang biasanya muncul pada sisi kanan dan kiri video yang berformat vertikal di browser komputer. Dengan demikian, maka video berformat vertikal dapat direntangkan dengan ukuran yang lebih sesuai, sehingga akan tampak lebih besar dengan rasio yang pas. Perubahan ini kabarnya akan dirilis pada pengguna desktop secara bertahap, setelah sebelumnya diluncurkan untuk platform mobile, Android dan iOS. Perubahan ini dibuat atas dasar kebutuhan pengguna yang lebih merasa nyaman menonton video dengan format tersebut.

Marissa selaku Community Manager YouTube mengatakan bahwa pembaruan ini dibuat agar tampilan video dalam format vertikal maupun persegi bisa lebih nyaman dilihat oleh pengguna di browser komputer, tanpa harus mengurangi ukuran video tersebut. Ia melanjutkan dengan pembaruan ini, pengguna juga bisa memanfaatkan ruang kosong tambahan untuk memperbesar ukuran video, sehingga pengguna dapat mendapat ukuran yang pas sesuai dengan keinginan.

Sebelum pembaruan ini dirilis, video berformat vertikal di YouTube memang biasanya muncul dengan frame hitam pada sisi kanan dan kiri, dengan resolusi tetap horisontal, 16:9. Frame ini membuat tampilan video vertikal menjadi berukuran lebih kecil, sehingga tidak begitu nyaman untuk dilihat. Wajar memang jika YouTube sangat memerhatikan kenyamanan pengguna saat menonton video dalam platform ini. Hal terebut mengingat pengguna aktif YouTube sendiri kini telah mencapai angka 1,9 miliar setiap bulan dan menghabiskan waktu lebih dari 180 juta jam setiap harinya. Selain itu, diinformasikan bahwa ada kenaikan angka interaksi di YouTube sebesar 60 persen dari tahun ke tahun. Bahkan angka ini diprediksi akan terus meningkat untuk beberapa tahun ke depan. Sayangnya, belum diketahui kapan pembaruan ini bakal dapat dinikmati pengguna YouTube di Indonesia.


Komentar Anda

Artikel terkait