Posted: 05 Juli 2018 14:14:06 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 458 kali

Namun, ada juga sebanyak 4,5 persen responden Indonesia yang mengaku memberikan informasi takakurat terkait data pribadi pada perusahaan. Kekhawatiran data mereka bocor menjadi alasan hal ini dilakukan. Konsumen Indonesia bukan satu-satunya yang risau akan kebocoran data. Kekhawatiran serupa di Asia Pasifik malah lebih tinggi, mencapai 5 persen.

"Di seluruh kawasan, kami menemukan bahwa ada kesenjangan tingkat kepercayaan antara konsumen dan perusahaan," ungkap Dhiman. "Konsumen mengirimkan data yang tidak akurat dengan sengaja. Ini menunjukkan bahwa sulit bagi perusahaan untuk mengidentifikasi konsumen online," terangnya lagi.

Sementara itu, diketahui ada 11 persen orang Indonesia yang bersedia menggunakan biometric, seperti sidik jari atau pengenal wajah dalam aplikasi e-commerce yang merkea gunakan. Hal ini membuat Indonesia bertengger di posisi kelima selain, India, China, Veietnam dan Thailand.


Komentar Anda

Artikel terkait