Posted: 05 Juli 2018 14:12:26 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 80 kali

Sementara itu, dalam penelitian itu, konsumen dibagi dalam dua kategori, yaitu Digital Vogayers dan Digital Pragmatists.  Merujuk pada kategori tersebut, konsumen Indonesia termasuk dalam ketogori Voyagers yang lebih mengutamakan kemudahan dalam berbelanja daripada keamanan. Dijelaskan Dhiman lebih lanjut bahwa pengelompokan negara-negara menjadi Pragmatis dan Voyagers akan membantu perusahaan menghadapi masalah penipuan.

Di negara-negara berkembang misalnya, perusahaan harus menyiapkan biaya kerugian atas kasus penipuan demi mempertahankan konsumen. Adapun jurus yang dilakukan perusahaan untuk menghindari penipuan adalah dengan mendapatkan data berkualitas dari konsumen.

Sebanyak 45 persen responden di Indonesia bersedia membagikan nama, nomor telepon dan alamat untuk membantu perusahaan mencegah penipuan. Misalnya di negara-negara berkembang, perusahan mungkin harus meningkatkan biaya kerugian karena penipuan untuk mempertahankan konsumen.

Salah satu cara perusahaan untuk menghindari penipuan adalah dengan mendapatkan data berkualitas dari konsumen. Di Indonesia, 45 persen responden mengaku bersedia membagikan data pribadi untuk membantu perusahaan mencegah penipuan. Data-data pribadi tersebut seperti nama, nomor telepon dan alamat.


Komentar Anda

Artikel terkait