Posted: 04 Juni 2018 10:56:42 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 33 kali

Black Hornet 3 yang diklaim sebagai drone super mungil dengan bobot hanya 32 gram, diketahui merupakan amunisi tambahan dari Tentara Amerika Serikat (AS), yang merupakan bagian dari kontrak senilai USD 2,6 juta dengan Flir, perusahaan pencitraan termal dan teknologi. CEO Flir James Cannon menyebutkan bahwa drone ini akan mewakili peluang kunci yang disediakan kepada tentara dalam skuat tentara AS dalam perang modern. Pihak tentara AS terus mengevaluasi pembelian drone Black Hornet 3 dari Flir tersebut sebelum memutuskan untuk mengerahkan dalam jumlah banyak ke semua unit. Selain tentara AS, drone ini juga diminati oleh tentara Australia dan juga tentara Prancis.

Black Hornet 3 merupakan kendaraan udara tanpa awak (UAV), drone generasi berikutnya dari The Black Hornet Personal Reconnaissance System (PRS), sistem udara tak berawak paling kecil. Black Hornet 3 yang memiliki ukuran hanya sebesar jari orang dewasa ini, memiliki kemampuan terbang sejauh dua kilometer dengan kecepatan 21 kilometer per jam. Alat ini juga memungkinkan proses pencitraan lebih tajam dari mikrokamera termal.

Flir selaku produsen drone mungil ini menambahkan keunggulan pada drone tersenut, sebagai contoh dapat dikendalikan di wilayah yang tak ada GPS. Alat ini juga memungkinkan untuk mendeteksi ancaman dan pengawasan di manapun sesuai misi yang dijalankan.



Komentar Anda

Artikel terkait