Posted: 12 Juni 2018 13:02:18 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 61 kali

Grab sesumbar berhasil menurunkan jumlah kecurangan yang dilakukan oleh para mitra pengemudinya. Tak tanggung-tangung, penekanan angka kecurangannya pun mencapai 80 persen. Adapun kecurangan yang selama ini disoroti antara lain order fiktif yang dikelola sindikat-sindikat tertentu di kota besar. Di samping itu, ada pula kecurangan berupa penjualan profil curian milik mitra pengemudi.

Pihak Grab Indonesia mengatakan kebahagiannya sudah berhasil melakukan terbosan ini.  "Kami sangat senang dapat menghadirkan hasil terobosan kami dalam melawan tindak kecurangan di industri ini," kata Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno dalam keterangan resminya Sabtu (9/6/2018) sebagaimana dikutip dari Kompas Tekno.

Lebih jauh, ia mengatkan terobosan ini bukan hal instan yang dilakukan. Sebaliknya, upaya ini sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Tak sekedar mengurangi kecurangan, Grab juga mengungkapkan turut pula melakukan penangkapan sindikat di kota-kota besar di Tanah Air. "Sejak 2017, kami telah meningkatkan upaya dan investasi kami dalam teknologi anti kecurangan, sehingga berhasil menurunkan 80 persen tindak kecurangan di platform Grab. Kami juga melakukan beberapa penangkapan sindikat besar di kota-kota seperti Jakarta dan Makassar," terangnya.

Masih membahas soal upaya Grab dalam mengurangi kecurangan mitra pengemudinya. Tri Sukma mengatakan dalam upaya mengatasi kecurangan tersebut, Grab diantaranya menerapkan alogaritma machine learning untuk mengidentifikasi potensi kecurangan mitra pengemudi. Selain itu, dipasang pula alat pendeteksi GPS palsu.

Jurus untuk mengurangi kecurangan tak berhenti pada metode ‘teknis’. Akan tetapi, Grab juga membuka ruang pelaporan dugaan kecurangan. Dalam hal ini, perusahaan pun menjalin kerjasama dengan pihak berwajib untuk melakukan penangkapan sindikat besar yang mengelola penipuan dan kecurangan menggunakan akun mitra pengemudi Grab.

Terobosan lain yang juga dilakukan Grab, yaitu menerapkan kebijakan baru berupa pembatalan dalam 30 detik tidak mempengaruhi kinerja mitra. Dengan kebijakan ini, pengemudi bisa membatalkan orderan penumpang saat penumpang tidak juga muncul. Hal ini tidak akan mempengaruhi insentif yang diterima mitra. Satu lagi terbosan yang dilakukan Grab adalah fitur pemesanan otomatis supaya pengemudi lebih mudah meningkatkan kinerja dan penghasilan.


Komentar Anda

Artikel terkait