Posted: 16 April 2018 14:32:56 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 115 kali

Beberapa waktu lalu, jagad media sosial digemparkan dengan kebocoran data pengguna Facebook. Bocornya data yang diduga dilakukan konsultan politk Cambridge Analytica tersebut berkaitan dengan pemenangan kampanye Donald Trump dalam Pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) tahun lalu. Menindaklanjuti hal tersebut, Facebook pun mulai mengirim pemberitahuan kepada pengguna tentang kebobolan data mulai 9 April 2018.

Para pemilik akun Facebook akan mendapatkan notifikasi apakah akunnya diretas atau tidak. Media sosial berlogo huruf “f” itu juga memberitahu pemiliki akun tentang aplikasi yang mereka gunakan dan data yang diperoleh dari aplikasi itu.

Facebook juga membekukan perusahaan analis data Cubeyou untuk mengetahui apakah data pengguna yang diambil untuk kepentingan akademis atau dikomersilkan. Melalui email yang dikirim ke Bloomberg, wakil presiden Facebook, Ime Archibong juga mengatakan aplikasi-aplikasi Cubeyou akan dilarang di pasang di Facebook jika tidak bersedia diaudit atau tidak lolos investigasi. Di sisi lain, media CNBC menengarai Cubeyou melakukan tindakan serupa yang dilakukan Cambrifde Analytica. Namun, Cubeyou menyangkal hal tersebut dan mengatakan selalu taat pada aturan Facebook.


Komentar Anda

Artikel terkait