Posted: 07 April 2018 14:16:35 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 69 kali

Data para pengguna Facebook diakses secara tak pantas oleh Cambridge Analytica. Skandal peretasan ini menyebabkan bobolnya data pengguna Facebook di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Menindaklanjuti hal ini, pembesut Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya tidak bisa mengetahui dan menemukan semua data yang disalahgunakan. Meski demikian, pihaknya bisa membuat penyalahgunaan data menjadi lebih sulit dilakukan. "Kami tidak bisa mengetahui dan menemukan semua data yang disalahgunakan. Namun, kami bisa membuat tindakan penyalahgunaan data ini lebih sulit dilakukan," kata bos media sosial berlogo huruf “f itu.

Sementara itu, peretasan oleh Cambridge Analytica disebut-sebut berkaitan erat dengan kampanye pemenangan Donal Trump dalam Pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2016 lalu. Tak mengherankan jika korban peretasan terbanyak juga berasal dari Negeri Paman Sam. Merujuk data yang ada, terdapat lebih dari 70 juta akun pengguna di negara tersebut yang datanya disalahgunakan. Selain AS, negara lain yang turut masuk dalam daftar korban kebocoran data pengguna Facebook antara lain, Filipina, Indonesia, India, Australia, Vietnam, juga Meksiko.


Komentar Anda

Artikel terkait