Posted: 07 April 2018 14:11:00 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 37 kali

Sehubungan dengan pencurian data pengguna Facebook, termasuk di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memanggil perwakilan Facebook pada 5 April 2018 lalu. Dari pertemuan tersebut, Menkominfo mengatakan permintaan kepada media sosial berlogo huruf “f” itu untuk menindaklanjuti terkait antisipasi kebocoran data pengguna di Indonesia.

Lebih lanjut, menteri yang akrab disama Chief RA itu mengungkapkan ada beberapa hal yang ditekankan terhadap jejaring sosial yang juga menaungi layanan pesan instan WhatsApp itu. "Ada beberapa hal sebagai tindak lanjut. Pertama, kami tekankan lagi semua media sosial termasuk Facebook harus comply dengan aturan di Indonesia," katanya. Selain itu, media sosial yang juga memiliki Instagram itu agar mematikan aplikasi pihak ketiga. "Kami juga minta Facebook sesegera mungkin untuk melakukan shutdown atas aplikasi yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, terutama kuis-kuis personality test yang model Cambridge Analytica. Itu dimatikan dulu di Indonesia," lanjutnya.

Penutupan aplikasi pihak ketiga itu dilakukan mengingat kuis kepribadian yang marak beredar di Facebook itu merupakan salah satu pintu masuk untuk mengumpulkan data pribadi pengguna oleh pengembang pihak ketiga. Data tersebut selanjutnya digunakan untuk kepentingan tertentu. Dalam hal ini, firma Cambridge Analytica merupakan pihak yang menyalahgunakan data tersebut. Seperti banyak dikabarkan sebelumnya, firma ini menyalahgunakan data tersebut untuk pemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS 2016 lalu.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo juga mengimbau agar para pengguna di Indonesia sementara tak menggunakan media sosial. Apabila harus menggunakan media sosial, diminta untuk berhati-hari dan pilih-pilih. "Kalau terpaksa pakai media sosial, dipilih-pilih dan hati-hati. Tunggu sampai semuanya berjalan dengan baik," tandasnya.

Masih menyoal pertemuan perwakilan Facebook Indonesia dan Menkominfo terkait kebocoran data pengguna aplikasi tersebut. Menkominfo juga meminta hasil audit terhadap aplikasi pihak ketiga. Hal tersebut penting untuk melihat apakah berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia atau tidak.

Sementara itu, Public Policy Facebook, Ruben Hattari, mengatakan akan segera menyampaikan permintaan pemerintah terhadap Facebook pusat. Ia juga mengatakan pihaknya tak menjanjikan bisa melakukan semuanya, tetapi memiliki langkah solitif. "Saya belum bisa memastikan dapat dilaksanakan," terangnya.


Komentar Anda

Artikel terkait