Posted: 18 Mei 2018 09:45:39 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 51 kali

Per tanggal 8 April 2018 lalu, diketahui bahwa penyedia layanan ride sharing Uber telah hengkang dari Asia Tenggara dengan dilakukannya akuisisi oleh Grab. Namun kini, salah satu negara yang ikut juga mendapat imbas dari kepergian Uber, yakni Vietnam, dikabarkan akan mempertimbangkan untuk meluncurkan investigasi formal atas akuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara oleh Grab. Setelah penyelidikan awal menunjukkan bahwa kesepakatan ini dapat melanggar hukum kompetisi. Hal tersebut akan dilakukan langsung oleh Kementerian Perdagangan Vietnam.

Kementerian Perdagangan Vietnam di website resminya menginformasikan bahwa hasil dari investigasi awal menunjukkan bahwa konsentrasi ekonomi antara Grab dan Uber di pasar Vietnam memiliki pangsa pasar lebih dari 50%. Setelah bekerja dengan perusahaan, asosiasi dan otoritas pemerintahan terkait, disimpulkan bahwa kerjasama ini menunjukkan tanda-tanda pelanggaran dalam konsentrasi ekonomi. Kementerian Perdagangan Vietnam tidak memberitahu kapan akan memutuskan untuk melakukan investigasi formal atau tidak.

Investigasi yang dilakukan Vietnam mengikuti langkah yang sudah dilakukan oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Negara-negara tersebut mengkhawatirkan besarnya pangsa pasar Grab setelah akuisisi akan melukai kompetisi. Dalam menyikapi akuisisi Uber oleh Grab, disebutkan bahwa Filipina bahkan meminta Go-Jek untuk hadir di Filipina. Kehadiran Go-jek diharapkan mampu mengimbangi dominasi Grab dan menciptakan kompetisi yang sehat.


Komentar Anda

Artikel terkait