Posted: 10 Mei 2018 09:05:42 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 31 kali

Microsoft berniat memanfaatkan artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk program sosial, yakni membantu para difabel di seluruh dunia dengan membesut program "AI for Accessibility". Chief Legal Officer Microsoft, Brad Smith mengatakan bahwa Microsoft telah menggelontorkan dana sebesar 25 juta dollar AS (sekitar Rp 351 juta) selama lima tahun ke depan untuk program tersebut. Dana akan dikelola dalam bentuk investasi, hibah, dan asisten ahli yang dibutuhkan. Untuk merealisasikan program ini, Microsoft telah membentuk tim "Accessibility" yang dikepalai Jenny Lay-Flurrie. Nantinya, teknologi AI akan terkoneksi dengan layanan komputasi Microsoft.

Microsoft menyebutkan bahwa kemajuan AI telah cukup memiliki potensi untuk membantu para penyandang difabel melakukan tiga skenario utama yakni bekerja, melakukan kehidupan modern dan menjalin hubungan dengan manusia lain. Microsoft bahkan telah mempergunakan teknologi AI untuk difabel dalam beberapa produk, seperti "Seeing AI App" yang membantu penyandang tuna netra. Aplikasi ini bisa menarasikan apa yang terpindai oleh ponsel, termasuk memindai teks untuk diperdengarkan ke penggunanya. Ada pula aplikasi "Helpicto" yang mengubah perintah suara menjadi gambar, untuk membantu para penderita autisme berkomunikasi dan memahami situasi. Microsoft juga telah meluncurkan "Microsoft Translate" yang membantu tuna rungu dengan mengubah percakapan menjadi teks secara real-time.

Dengan menyediakan AI di produk Microsoft dengan jangkauan yang lebih luas lagi, Smith yakin jika teknologi akan semakin memiliki pengaruh yang besar, tak hanya bagi pada difabel, tapi juga semua orang.


Komentar Anda

Artikel terkait