Posted: 09 April 2018 15:28:51 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 439 kali

Pembahasan tentang penjualan smartphone sepanjang 2017 belum usai. Meski banyak terjadi penurunan permintaan ponsel pintar di berbagai negara, tetapi nilai jual smartphone justru meningkat. Nilai penjualan ponsel cerdas rata-rata meningkat 11 persen pada kuartal IV-2017 dibanidngkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut nilainya sama dengan 144 miliar dollar AS atau setara Rp 1.920 triliun dalam tiga bulan.

Peningkatan nilai jual ini dinilai sebagai semakin matangnya industry smartphone. Setidaknya demikian merujuk pada penilaian Global Director of PoS Telecom Research di GfK, Arndt Polifke. Konsumen rela membayar lebih mahal untuk inovasi teknologi.

“Ini terjadi seiring berkembangnya smartphone dengan tampilan besar dan bezel-less yang mendorong konsumen untuk membeli perangkat lebih mahal,” kata Arndt Polifke. Lebih jauh, dijabarkan bahwa kenaikan nilai jual didominasi kawasan Eropa Tengah dan Timur. Peningkatan nilai jual di kedua kawasan itu mencapai 28 persen.

Sementara itu, peningkatan nilai jual di kawasan Eropa Barat dan China naik 17 persen. Disusul oleh negara-negara berkembang atau Emerging Asia yang mengalami kenaikan 14 persen. Kenaikan juga dialami di Amerika Latin, sebesar 12 persen. Di Amerika Utara naik 4 persen, dan Timur Tengah dan Afrika naik 3persen. Berbeda dengan kawasan-kawasan di atas yang mengalami kenaikan nilai jual, wilayah negara maju atau Developed Asia justru menyumbang penurunan nilai jual smartphone hingga lima persen.


Komentar Anda

Artikel terkait