Posted: 09 April 2018 15:25:27 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 172 kali

Apabila dirinci lebih jauh, penurunan paling drastis terjadi di Korea Selatan, mencapai 21 persen dari tahun ke tahun. Kondisi ini jelas cukup ‘aneh’, mengingat Negeri Gingseng merupakan ‘rumah’ banyak vendor smartphone populer, sebut  saja seperti Samsung dan LG. Meski terjadi penurunan pada tahun lalu, tetapi GfK memprediksi pasar di kawasan Negara Developed Asia akan tumbuh hingga 2 persen pada tahun ini.

Penurunan tak hanya terjadi di kawasan Negara Developed Asia, tetpi juga di kawasan Negara-negara berkembang atau disebut Emerging Asia. Penurunannya cukup besar, mencapai 1 persen. Negara-negara yang turut menyumbang penurunan tersebut antara lain h Indonesia, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Bangladesh.

Dari semua negara tersebut, India berkontribusi paling besar dalam penurunan permintaan hingga 3 persen. Kondisi ini dilatarbelakngi munculnya ponsel fitur berteknologi 4G. Kehadiran ponsel tersebut dengan harga lebih murah menjadi pemicu lesunya pasar smartphone.

Sementara itu, China juga mengalami penurunan pasar smartphone hingga 3 persen. Hal ini pun membuat rapor merah karena selama ini China selalu menjadi pasar smartphone terbesar. Akibat penurunan pasar itu, jumlah ponsel cerdas yang dijual di Negeri Tirai Bambu merosot dari 118,4 juta unit pada kuartal IV-2016 menjadi hanya 114,7 juta unit saja saat ini.


Komentar Anda

Artikel terkait