Posted: 17 Februari 2018 09:25:11 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 88 kali

Rumor terbaru datang dari Go-Jek. Aplikasi Ride-Sharing asli Indonesia itu diwartakan mendapat tambahan dana dari Google. Kabar berhembus menyebut, raksasa mesin pencari itu terlibat dalam sesi pendanaan terbaru untuk startup besutan Nadiem Makarim itu bersama dengan Meituan-Dianping dan Temasek dari Singapura.

Sumber-sumber yang familiar dengan masalah tersebut mengatakan funding round telah dimulai sejak tahun lalu seiring masuknya raksasa internet China, Tencent, pada Maret 2017. Pendanaan itu lantas juga mengucur dari e-commerce JD.com. KKR, Warburg Pincus, Sequoia Capital, Northstar Group, DST Global, dan NSI Ventures dikabarkan menyusul kemudian.

Tersiar kabar bahwa JD.com menanam 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun di Go-jek. Tencent pun kabarnya mengucurkan dana lebih banyak mencapai 150 juta dollar AS atau setara Rp 2 triliun. Sayang, tak ada rincian pasti ihwal jumlah dana yang ditanam oleh masing-masing investor.

Sementara itu, masuknya Google dan Maituan Dianping semakin melengkappi investor ke Go-Jek. Kabarnya, sesi pendanaan itu akan selesai pada Februari mendatang. Gosipnya, dengan selesainya funding round dari Google itu akan membuat valuasi Go-Jek menembus 4 miliar dollas AS atau sekitar Rp 53 triliun.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan valuasi pesaingnya. Sebut saja Grab yang masih memiliki valuasi 6 miliar dollar AS. Untuk diketahui, Go-Jek merupakan startup dengan valuasi terbesar di Indonesia. Aplikasi pemesanan kendaraan online ini bahkan telah menjadi tartup Unicor. Istilah yang baru saja disebut mengacu pada  startup yang memiliki valuasi mencapai 1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 14,2 triliun.

Sampai saat inI, Indonesia telah memiliki 4 startup Unicorn. Mengekor Go-Jek ada Traveloka dan disusul Tokopedia di urutan ketiga. Sementara e-commerce Bukalapak menyusul di urutan ke-4.


Komentar Anda

Artikel terkait