Posted: 06 Januari 2018 10:39:42 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 161 kali

Kabar soal bocornya data kembali menyeruak. Kali ini giliran data pegawai Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) yang bocor. Menariknya, kebocoran yang mengakibatkan bobolnya 240 data itu bukan diakibatkan peretasan atau serangan siber.

Sayangnya, tidak ada penjelasan pula ihwal cara data itu bisa dibobol dan beredar tanpa adanya peretasan. Satu hal yang jelas, kebocoran data itu diketahui dari penyelidikan kasus kriminal terhadap salah satu mantan pegawai lembaga itu Mei  2017 lalu. Tak diketahui pula identitas mantan pegawai dan kasus yang menjeratnya.

Terlepas dari pelakunya, data yang dibobol cukup lengkap, mulai dari nama lengkap, nomor kependudukan, tanggal lahir, jabatan dan tingkat profesi hingga serta posisi penugasan. Pengungkapan kasus ini memakan waktu yang tak singkat. Pada situs lembaga di atas dijelaskan proses penyelidikan terkait masalah ini membutuhkan waktu hingga 7 bulan.

Penyelidikan yang cukup lama itu akhirnya membuahkan hasil dan diketahui data tersebut bocor sebagai dampak kasus kriminal yang menyeret mantan pegawai DHS terhadap orang terdekat dan lembaga itu sendiri. DHS mengungkap, dalam data yang bocoran terdapat data investasi yang sudah dilakukan oleh DHS selama ini. secara detil data itu mengungkap mulai dari subjek penyelidikan hingga saksi mata, baik yang termasuk pegawai DHS maupun yang bukan.

Sementara itu, DHS menjamin bahwa kebocoran data ini sama sekali tidak memuat nama anggota keluarga dan pegawai DHS. Meski demikian, kebocoran ini menambah panjang rentetan kasus keamanan data di Negeri Paman Sam.

Masalah keamanan data bahkan acap kali membuat runcingnya hubungan dengan negara lain. Hal ini merupakan imbas dari tuduhan ke negara lain sebagai dalang atas kasus peretasan. Seperti yang terjadi belum lama ini, AS menuduh banyak sistem keamanan yang berafiliasi dengan Rusia sebagai mata-mata. Padahal, tuduhan semacam ini secara tak langsung justru mengindikasikan negara tersebut tidak memiliki sistem keamanan siber yang baik dan aman.


Komentar Anda

Artikel terkait