Posted: 06 Januari 2018 08:47:05 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 184 kali

Sementara itu, jika konten negatif disebarkan oleh akun di media sosial, pemerintah akan berkoordinasi dengan penyelenggara media sosial yang bersangkutan. Sejauh ini, telah ada 9 aplikasi yang berkerja sama dengan pemerintah.  Mereka adalah Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, BBM, Line, Telegram, Bigo, dan Google.

Pemerintah juga akan memberikan tindakan berbeda jika konten negatif tersemat di portal berita yang terdaftar di Dewan Pers. Dalam kasus ini, pemerintah akan mengikuti ketentuan di UU Pers. Portal berita yang bersangkutan tidak akan langsung diblokir, tetapi diberikan hak jawab terlebih dahulu.

Mesin pengais konten negatis atau Ais tidak saja bisa dimanfaatkan oleh Kemenkominfo, tetapi juga lembaga negara lain. Baik BNN, BPOM, Kepolisian maupun pihal lembaga negara lain yang berkepentingan dapat memanfaatkan mesin internet ini.

"Misalnya untuk mendeteksi peredaran obat-obat terlarang, alat ini bisa dipakai BNN. Bisa juga Bawaslu pakai untuk urusan konten negatif yang berhubungan dengan Pilkada. Jadi yang menentukan take down atau tidak bukan kami, tetapi lembaga masing-masing. Kalau Kominfo yang benar-benar urgent seperti pornografi," kata Semuel lagi.

Masih meneruskan pembahasan soal Ais. Meski mesin internet ini berfungsi menyaring konten negatif, tetapi tidak semua konten negatif sepenuhnya mampu dilacak. Ais hanya mampu mengais konten negatif yang tertera di ranah internet publik. Konten negatif yang hadir dalam percakapan personal atau private di media sosial tidak bisa dilakukan pengaisan.

Untuk diketahui, Ais merupakan mesin hasil lelang yang dibuka Kominfo pada Agustus 2017. Pemenang lelang tersebut adalah PT Industri Telekomunikasi (INTI). Perusahaan tersebut berhasil memenangkan lelang setelah menyodorkan Rp 198 miliar dengan harga terkoreksi Rp 194 miliar. Proses pembayaran proyek tersebut menggunakan mekanisme "lump sum".

Sementara itu, pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo juga memiliki ‘alat’ lain untuk mencegah beredarnya konten negatif selain menggunakan Ais. Masyarakat dapat berpartisipasi aktif melaporkan konten negatif di internet melalui situs Trust Positif Kominfo.


Komentar Anda

Artikel terkait