Posted: 06 Januari 2018 08:44:21 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 163 kali

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan mulai mengoperasikan mesin pengais konten negatif atau disebut Ais pada 3 Januari 2018. Mesin internet tersebut diharapkan mampu mengurangi penyebaran konten-konten pornografi, judi, kekerasan, radikalisme, SARA yang bertebaran di internet di Indonesia. Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan tim Ais terdiri dari 58 orang.

Mereka akan bertugas selama 24 jam in-charge dan terbagi dalam 3 shift. Lebih lanjut, ia menambahkan Ais akan lebih efektif dan efisien dalam segi waktu dan volume untuk menyaring konten negatif. "Mesin ini akan lebih efektif dan efisien dari segi waktu dan volume untuk menyaring konten negatif," tandasnya, Jumat (29/12/3017) lalu, di "War Room" Kominfo lantai 8, Medan Merdeka, Jakarta seperti dikutip dari Kompas Tekno.

Sementara itu, dalam satu kali mengais (crawling) dengan kata kunci tertentu, Ais mampu mengais jutaan konten.  Menariknya, proses itu hanya membutuhkan waktu 5-10 menit. Selanjutnya, mesin akan memilih puluhan ribu konten-konten prioritas yang dianggap paling membahayakan berdasarkan tingkat view dan potensi viral-nya.

Tahap berikutnya, tim verifikator akan melakukan diversifikasi konten-konten prioritas. Tim tersebut akan melakukan analisis, apakah konten tersebut bertentangan dengan aturan yang ada di Indonesia atau masih dalam batas wajar. Apabila konten-konten itu sudah disaring, akan dilakukan pemindaian atau screen-capture sebagai bukti.

Sejauh ini, screen capture masih dilakukan secara manual. Akan tetapi, ke depan proses tersebut akan diupayakan agar dapat dilakukan secara otomatis. Screen-capture inilah yang kemudian diserahkan ke tim eksekutor sebagai pertimbangan untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan.

Apabila konten negatif di dalam situs, pemerintah sudah memiliki jalur komunikasi yang tersinkronisasi dengan para penyedia jasa internet alias internet service provider (ISP). Masing-masing ISP lalu akan melakukan pemblokiran. Samuel menyebut proses di tipa ISP berbeda-beda. "Beda-beda tiap ISP. Ada yang butuh 15 menit hingga 3 jam. Rata-rata di bawah tiga jam untuk take down," terangnya.


Komentar Anda

Artikel terkait