Posted: 05 Januari 2018 11:54:26 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 200 kali

Episode serangan ransomware WannaCry ternyata belum berakhir. Serangan siber yang sempat menggegerkan dunia pada Mei 2017 lalu itu menyeret nama Korea Utara. Amerika Serikat menuduh negara berhaluan komunis itu telah berada di balik serangan siber yang mewabah di 150 negara.

Korea Utara pun tidak terima dengan tuduhan Negeri Paman Sam tersebut dan meminta bukti lengkap atas tuduhan tersebut. Negara tersebut menganggap tuduhan AS tidak berdasar. Pasalnya, sampai saat ini, pemerintah yang dipimpin Donald Trump itu tak bisa memberikan bukti lengkap.

Sementara itu, dalam sebuah percakapan singkat melalui telepon antara perwakilan Korea Utara di PBB, pihak Korea Utara menilai hal ini ssebagai pemicu untuk memperbesar atmosfer perselisihan beberapa negara dengan Korea Utara, terutama Amerika Serikat.  Perwakilan Korut juga menilai tuduhan itu merupakan provokasi politik yang berimbas pada munculnya ketegangan antara dunia internasional dengan Korut. "Tindakan tersebut merupakan provokasi politik yang dilancarkan oleh Amerika Serikat untuk membuat ketegangan antara dunia internasional terhadap Korea Utara," terang perwakilan Korea Utara seperti dilaporkan Associated Press.

Berbagai negara yang menyelidiki serangan WannaCry menemukan jejak yang mengarah ke Korea Utara. Tuduhan ini sampai sekarang masih belum bisa dibuktikan. Di sisi lain, Amerika Serikat menilai serangan WannaCry—yang dinilai bersumber dari Korut, merupakan serangan balik atas film karya Sony Pictures, The Interview yang mengejek Presiden Korea Utara Kim Jong Un.

Meski Amerika Serikat yang lantang menuduh Korut berada di balik serangan WannaCry, tetapi ada negara lain yang juga setuju dengan tuduhan tersebut. Salah satunya adalah Inggris. Dalam temuan yang diumumkan pada 19 Desember lalu, menunjukkan grup penjahat siber Lazarus sebagai dalang WannaCry. Penyelidikan Inggris dan AS itu menemukan bahwa grup tersebut berafiliasi dengan Korea Utara.

Sekedar mengingat kembali, WannaCry merupakan virus yang menyerang perangkat komputer dari instansi atau perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang vital. Sebut saja seperti rumah sakit, perbankan, atau tambang. Virus ini mengunci akses data perangkat korban, sehinggat tidak bisa digunakan. Selanjutnya, pihak WannaCry meminta tebusan agar bisa membuka akses data terkunci—yang ternnyata tebusan itu hanya tipuan belaka.


Komentar Anda

Artikel terkait