Posted: 23 Desember 2017 13:35:12 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 139 kali

Jumlah pelanggan seluler di Indonesia diperkirakan akan mencapai 410 juta pada 2023 mendatang. Setidaknya demikian menurut perkiraan dari Ericsson. Angka ini meningkat cukup tajam dari kisaran mobile subscription pada tahun ini yang ditengarai mencapai 370 juta. Perusahaan asal Swedia itu menyampaikan prakiraannya tersebut dalam paparan Ericsson Mobility Report 2017 di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Apabila diperhatikan dengan seksama, jumlah pelanggan itu melebihi jumlah penduduk Indonesia yang menembus 260 juta. Hal ini bisa terjadi karena satu oran bisa memiliki lebih dari satu nomor ponsel. "Jumlah pelanggan mobile melebihi populasi karena satu orang bisa memiliki lebih dari satu nomor ponsel, misalnya untuk dipakai di ponsel kedua atau perangkat lain," ungkap Vice President Network Solution Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal.

Lebih jauh, ia juga mengatakan smartphone diperkirakan akan mendominasi perangkat mobile konsumen seluler di Indonesia.  Hingga tahun ini, Ericsson mencatat terdapat sekitar 180 juta pengguna smartphone dari  370 juta pelanggan ponsel. Artinya, jumlah pengguna ponsel cerdas di Tanah Air saat ini masih 50 persen dari keseluruhan pengguna ponsel. Jumlah tersebut diprediksi bakal naik ke level 80 persen pada 2023.

Masih meneruskan pembahasan soal prediksi Ericsson tentang peningkatan jumlah pelanggan seluler dalam 5 tahun ke depan. Berbanding terbalik dengan jumlah smartphone yang ditengarai akan terus meningkat, pabrikan Swedia itu memperkirakan ponsel dengan jaringan 2G akan sangat sedikit bahkan tidak ada. "Untuk 2G, meski masih ada sekarang, pada 2023 nanti mungkin sudah sangat sedikit atau tidak ada sama sekali," katanya.

Jaringan seluler dalam setengah dasawarsa ke depan diperkirakan akan lebih banyak menggunakan 4G LTE.  Meski demikian, saat ini adopsi teknologi jaringan keempat itu masih belum tinggi. Hingga tahunn ini, adopsi terhadap teknologi tersebut masih 17 persen saja.

Angka tersebut masih kalah dengan adopsi 3G yang sudah menembus angka 53 persen. Sementara 2G masih cukup berpengaruh dengan 29 persen. Namun, angka tersebut diperkirakan akan terus merosot bahkan tidak ada (nol) seiring peningkatan adopsi LTE di dalam beberapa tahun mendatang.

Ronni menyebut saat ini populasi pelanggan LTE menembus 60 juta. Angka tersebut diprediksi akan meroket 5 kali lipat menjadi 320 juta dalam 5 tahun mendatang. "Tahun ini saja populasi langganan LTE di Indonesia sudah 60 juta. Tahun 2023 nanti kami perkirakan meningkat 5 kali lipat menjadi 320 juta," tutupnya.


Komentar Anda

Artikel terkait