Posted: 23 Desember 2017 12:12:57 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 118 kali

Saat ini, eksekutif dan bawahannya yang melakukan kecurangan membayar peretas itu telah dipecat. Sementara itu, bos Uber yang baru mengatakan hal semacam ini seharusnya itu boleh terjadi. Dirinya pun bertekad akan mengubah ‘cara bisnis’ Uber.

"Hal ini seharusnya tidak terjadi, dan saya tidak akan membuat alasan," katanya. "Kami akan mengubah cara kami dalam berbisnis, ungkapnya lebih lanjut. Meski menentang cara yang dilakukan pendahulunya yang cenderung menyembunyikan peretasan, Uber menolak untuk melakukan identifikasi peretas.

Peretasan itu berhasil diungkap setelah dewan direktur Uber mengadakan investigasi pada tim Sullivan Oktober 2017. Peristiwa yang terjasi setahun silam itu telah mengakibatkan bocornya nama, alamat email dan nomor ponsel lebih dari 50 juta pengguna Uber di dunia. di samping itu, hal ini juga menyebabkan bobolnya nomor SIM dari para pengendara Uber.


Komentar Anda

Artikel terkait