Posted: 14 November 2017 13:22:27 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 85 kali

Samsung sepertinya akan memiliki teknologi pengecasan baterai jarak jauh. Indikasi akan hal ini terlihat dari laporan pendaftaran dokumen aplikasi panten kepada United States Patent and Trademark Office (USPTO). Pada dokumen tersebut menampilkan charger nirkabel ganda yang dapat mengisi daya lebih dari satu perangkat dalam waktu bersamaan.

Perangkat pengisi daya nirkabel itu menggunakaan 2 metode pengisian daya magnetik. Dokumen Samsung menunjukkan, charger nirkabel ganda itu bisa menggunakan metode pengisian daya baik resonansi magnetik maupun induksi magnetik, pada produk yang sama.

Terobosan ini akan memutakhirkan alat pengisian daya multi-perangkat Samsung saat ini yang hanya menggunakan induksi magnetik. Kinerja alat itu dilakukan dengan mendeteksi perangkat yang ada di atasnya dan secara otomatis akan menggunakan metode pengisian daya magnetik yang sesuai untuk mengisi daya baterai.

Sementara itu, pengisian daya dengan metode resonansi magnetik dinilai lebih canggih dibandingkan dengan metode induksi magnetik. Pada metode induksi magnetik mengharuskan transmitter atau alat charger untuk diletakan dalam jarak maksimal tujuh meter dari penerima atau smartphone. Namun, pada metode resonansi magnetik, alas pengisian data dan perangkat tidak perlu didekatkan.

Konon, Alas pengisian daya nirkabel baru buatan pabrikan Korea Selatan itu diperkirakan akan diperkenalkan pada bulan Februari mendatang. Waktu tersebut ditengarai bersamaan dengan peluncuran Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus.

S9 sendiri kabarnya juga akan mengusung pembaharuan dalam hal peletakkan pemindai sidik jari di bagian depan. Seperti diketahui, Samsung meletakkan pemindai sidik jari di bagian belakang pada S8. Hal ini pun dinilai aneh karena menyulitkan pengguna dalam menggunakan fitur itu.


Komentar Anda

Artikel terkait