Posted: 20 Oktober 2017 13:37:26 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 117 kali

Twitter Inc dalam waktu dekat, disebutkan akan menindak tegas para pengguna yang terlibat dalam pelecehan seksual dengan memperketat peraturan. Perusahaan juga akan mengenakan sanksi yang lebih keras bagi pelanggaran peraturan tersebut. Hal tersebut juga dipertegas dengan adanya postingan CEO Jack Dorsey beberapa waktu lalu yang mencuit akan beraksi lebih agresif untuk membatasi angka perundungan dan pelecehan di Twitter. Menurut rencana, peraturan tersebut akan segera diperkenalkan dalam beberapa pekan ke depan.

Peraturan baru tersebut termasuk segera menangguhkan secara permanen akun Twitter yang teridentifikasi sumber asli sebagai pengunggah konten yang memuat ketelanjangan tanpa persetujuan kedua belah pihak, non-consensual nudity. Istilah non-consensual nudity yang mereka maksud termasuk foto yang diambil diam-diam untuk mengintip pakaian dalam (upskirt imagery) dan konten dari kamera tersembunyi. Peraturan tersebut dituliskan dalam surat yang ditujukan kepada Dewan Kepercayaan dan Keamanan Twitter dari kepala kebijakan keamanan.

Rencana kebijakan baru Twitter ini mencuat setelah beberapa pengguna memboikot layanan tersebut karena menangguhkan aktris Rose McGowan yang menentang Harvey Weinstein, produser kawakan yang dituduh melakukan pelecehan seksual selama lebih dari tiga dekade. Weinstein membantah tuduhan memaksa melakukan hubungan seksual dengan siapa pun. Tidak ingin semakin meluas, maka Twitter pun segera mengambil langkah dengan menggarap peraturan tersebut. Platform micro blog itu juga meminta agar para pengguna yang melihat adanya konten yang memuat pelecehan seksual dapat melaporkan unggahan tersebut.



Komentar Anda

Artikel terkait