Posted: 31 Oktober 2017 15:33:20 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 97 kali

Kabar soal peretasan siber kembali mengemuka. Kali ini korbannya adalah militer Australia. Laporan terbaru menyebut data pesawat tempu dan kapal Angkatan Laut Militer negara Kanguru itu telah dicuri.

Data yang dibobol mencapai 30 GB. Pencurian siber itu mengakibatkan bocornya informasi tentang program pertahanan negara tersebut. Pemerintah menyebut data yang diretas merupakan data sensitif komersil, tetapi bukan data informasi militer rahasia.

Kasus pencurian data tersebut sebenarnya telah terjadi pada Juli 2016 silam. Namun, Australian Signals Directorate (ASD) baru mengetahui serangan ini pada November. Sejauh ini, identitas peretas masih belum diketahui.

Akan tetapi, sebagaimana dilansir BBC, badan keamanan siber Australia menamai  peretas itu sebagai "Alf"—karakter yang ada dalam seri TV Home and Away. kata Menteri Industri Pertahanan, Christopher Pyne mengatakan kemungkinkan dalang di balik serangan ini bisa saja negara atau orang yang bekerja pada perusahaan. "Bisa saja aktor yang di dalangi negara atau bukan. Bisa saja orang yang bekerja untuk perusahaan lain," terangnya. Satu hal yang jelas, peretasan itu tidak berdampak pada keamanan nasional.

Sementaraitu, Incident Respons Manager, ASD, Mitchell Clarke, menyebut serangan ini sebagai serangan yang "ekstrem dan ekstensif". Pencurian itu mengakibatkan bobolnya data tentang program F-35 Joint Strike Fighter, pesawat transportasi C130 dan pesawat P-8 Poseidon. Di samping itu, peretasan juga mengakibatkan tercurinya beberapa kapal angkatan laut.

Lebih jauh, ia mengatakan hacker memanfaatkan kelemahan pada perangkat lunak di software yang digunakan oleh kontraktor pemerintah. Perangkat lunak itu sendiri telah “expired” alias tidak di-update selama 1 tahun. Di samping itu, seperti dikatakan Clarke,perusahaan teknik kedirgantaraan juga tidak mengganti password dan masih menggunakan password default.


Komentar Anda

Artikel terkait