Posted: 21 Oktober 2017 08:34:33 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 84 kali

Kabar duka kembali menyelimuti jagad teknologi. Hal ini menyusul berpulangnya CEO Intel, Paul Otellini. Ia meninggal dunia pada Selasa, (3/10/2017) di San Fransisco, Amerika Serikat (AS).

Paul meninggal pada usia 66 tahun. Kepergiannya menyisakan duka bagi Intel khususnya.  “Kami sangat berduka dengan meninggalnya Paul,” kata CEO Intel saat ini, Brian Krzanich. Krzanich mengatakan Paul sebagai sosok yang mengajarkan bahwa untuk menjadi pemenang, maka harus mengutamakan konsumen.

“Ia mewakili suara konsumen yang penting di tengah para engineer, dia mengajarkan kami bahwa kami hanya bisa menang jika mengutamakan konsumen,” tandasnya. Pelajaran penting yang diberikan kepada para karyawan Intel tersebut sepertinya tidak terlepas dari background Paul yang berkecimpung di dunia penjualan. Untuk diketahui, Paul adalah CEO Intel pertama yang bukan berasal dari kalangan engineer, melainkan sales.

Sejauh ini, pabrikan chip itu memiliki 6 CEO. Paul tercatat sebagai CEO Intel ke-5. Kiprah Paul di Intel pun tidak sebentar. Ia telah mengabdi di pabrikan chip itu selama 40 tahun.

Kepemimpinannya membawa Intel sebagai perusahaan yang lebih baik dari kondisinya yang ‘masih hijau’. Ia sukses membuat pendapatan Intel naik dari 38,8 miliar dollar AS (Rp 524 triliun) menjadi 54 miliar dollar AS (Rp 729 triliun).

Sementara itu, seorang mantan eksekutif marketing di Intel yang pernah bekerja dengan Paul menyebut ia sebagai orang yang energik, cerdas, dan juga baik. “Ia sangat cerdas, energik, dan tak bisa diganggu. Saya melihat dia sebagai seorang pemimpin yang sangat baik,” katanya.


Komentar Anda

Artikel terkait