Posted: 27 September 2017 12:51:15 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 78 kali

Pemerintah China resmi tutup layanan WhatsApp di negaranya. Kabar tentang diblokirnya layanan messaging milik Facebook itu pun telah sampai ke telinga Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang tengah menghadiri ITU Telecom World 2017 di Busan, Korea Selatan. Menanggapi permasalahan yang sedang hangat beredar tersebut, Rudiantara memberikan penjelasan bahwa menurutnya tanggapan setiap negara terhadap masuknya layanan komunikasi di negaranya berbeda-beda. 

Rudiantara menyebutkan bahwa Indonesia terbilang terlambat dalam mengembangkan layanan Over The Top (OTT) seperti WhatsApp, Google, ataupun Facebook. Maksudnya adalah, untuk layanan OTT asing tersebut sudah terlanjur masuk dan berkembang di Indonesia, sehingga saat ini Indonesia tidak bisa melakukan pengusiran semena-mena, berbeda dengan China yang sejak dari awal memang sudah membatasi untuk masuknya OTT asing di negaranya. Meski terbilang terlambat, sebagai Menkominfo, Rudiantara tentunya tetap mendorong agar OTT lokal bisa tumbuh. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang punya potensi besar mengenai ekonomi digital.

Seperti yang diketahui, saat ini WhatsApp sendiri telah resmi diblokir sepenuhnya di China. Setelah tak bisa berkirim foto dan video, kini layanan messaging milik Facebook itu pun tak lagi bisa berkirim pesan teks. Pemblokiran terhadap WhatsApp ini dilakukan setelah pemerintah China meningkatkan sistem firewall mereka untuk menerapkan kebijakan sensor dan proteksi yang ketat. Seperti yang diketahui, WhatsApp menggunakan end-to-end encryption yang membuat pemerintah China tak bisa melihat isi pesan yang dikirimkan antarpengguna. Dengan demikian, maka pemblokiran ini merupakan salah satu upaya China untuk memperketat pengawasan terhadap aplikasi yang beredar di negaranya.


Komentar Anda

Artikel terkait