Posted: 27 September 2017 12:51:14 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 72 kali

Aplikasi WhatsApp baru-baru ini telah diblokir keberadaannya di China. Namun sebelum adanya pemblokiran di China tersebut, ternyata WhatsApp juga pernah diblokir di beberapa negara lain. Berdasarkan catatan Freedom House awal tahun ini, WhatsApp menjadi aplikasi chatting yang paling banyak diblokir. Berdasarkan catatan, aplikasi itu setidaknya sudah diblokir di 12 negara. Akan tetapi, pemblokiran tersebut memang tak sepenuhnya dilakukan pada seluruh layanan. Beberapa negara dilaporkan hanya menutup sementara atau sekadar memblokir layanan tertentu dari aplikasi milik Facebook tersebut.

Beberapa negara yang diketahui pernah dan masih melakukan pemblokiran terhadap aplikasi ini adalah Brasil, Tiongkok, Bangladesh, Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Alasan pemblokiran layanan tersebut di beberapa negara berbeda-beda. Untuk Brasil, pemblokiran dilakukan karena pihak WhatsApp dianggap gagal menyediakan informasi yang berkaitan dengan percakapan terduga pengedar narkoba. Akibatnya, pengguna aplikasi itu sempat tak dapat menikmati layanan selama 12 jam.
Untuk di Arab Saudi, pemblokiran yang sempat dilakukan hanya terbatas pada layanan telepon. Akan tetapi, kini layanan tersebut sudah dapat diakses dan diharapkan dapat mendongkrak sumber pendapatan dari bidang digital. Sementara di beberapa negara, seperti Tiongkok dan Iran, fitur keamanan enkrispsi menjadi alasan kuat aplikasi tersebut diblokir.

Seperti diketahui, WhatsApp menerapkan sistem enkripsi end-to-end sehingga pihak lain tidak dapat mengetahui kegiatan pengguna di WhatsApp. Atas dasar ini, masing-masing pemerintah negara memilih untuk memblokir aplikasi tersebut karena berpotensi mengganggu keamanan nasional. Bahkan laporan terbaru menyebut otoritas Tiongkok telah memblokir penuh layanan ini. Setelah sebelumnya tak dapat berkirim foto dan video, kini WhatsApp di Negeri Tirai Bambu itu tidak dapat berkirim pesan teks.


Komentar Anda

Artikel terkait