Posted: 09 September 2017 09:45:27 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 128 kali

Pengadilan Amerika Serikat (AS) mengatakan Yahoo harus siap dituntut ke pengadilan atas peretasan yang telah menyerang sistemnya. Pasalnya, peretasan itu telah membuat data pribadi dari banyak penggunanya bocor.

Ingatan publik masih membekas tentang mega peretasan Yahoo. Dikatakan ‘mega’ karena memang peretasan itu berdampak pada bocornya  banyak pengguna. Peretasan pada 2013 silam bahkan mempengaruhi 1 miliar pengguna. Peretasan kembali terjadi pada 2014 dengan dampak bocornya 500 juta akun pengguna.

Pada Sember lalu, tim yudisial melakukan konsolidasi dari 5 tuntutan untuk merepresentasikan pemilik email, password dan informasi pribadi lain yang dirugikan karena bobolnya sistem keamanan Yahoo. Pada awalnya, perusahaan tersebut ingin membuat agar tuntutan ini tidak berlanjut, menyebutkan bahwa para penggunanya tidak berada di posisi untuk membawa kasus ini ke pengadilan.

Namun, pembelaan ini dibantah oleh Hakim Distrik AS, Lucy Koh.Dalam keputusannya, Lucy menuliskan bahwa semua penggugat mengalami risiko akan pencurian identitas di masa depan. Di samping itu, mereka juga kehilangan informasi identifikasi pribadi mereka. Koh memang tak melanjutkan semua tuntutan yang muncul terhadapa Yahoo.

Ia pun memberikan kesempatan kepada para penggugat untuk memperbaiki tuntutan mereka ke perusahaan yang identik dengan warna ungu itu. Sementara itu, akibat peretasan besar tersebut, Yahoo mengalami penurunan valuasi. Hal ini pun bukan kabar buruk bagi Yahoo saja, tetapi juga bagi Verizon.

Pasalnya, saat itu Yahoo tengah dalam masa penjualan oleh Verizon. Mahar yang diberikan untuk meminang Yahoo pun akhirnya lebih rendah dari yang semula dibicarakan. Untuk diketahui, Verizon akhirnya membeli Yahoo dengan harga USD4.48 miliar atau Rp579,7 triliun. Nilai ini lebih rendah USD350 juta (Rp4,6 triliun) dari permintaan awal.


Komentar Anda

Artikel terkait