Posted: 22 Mei 2017 14:14:01 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 283 kali

Korea Utara membantah keras berada di balik serangan Wanna Cry Ransomware. "Itu konyol," kata Kim In-Ryong, wakil duta besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, kepada para reporter. Ia pun lantas berbalik menyalahkan Washington dan Seoul yang berada di balik serangan siber yang menyerang ratusan ribu komputer di dunia itu.

"Setiap kali ada hal aneh terjadi, sudah menjadi biasa bagi Amerika Serikat dan pihak-pihak musuh untuk melancarkan kampanye anti-DPRK," katanya menggunakan singkatan nama resmi Korea Utara, Demokratic People's Republic of Korea.

Sebelumnya, sejumlah pihak menduga Korea Utara berada di balik serangan siber yang diklaim terbesar yang pernah ada itu. Indikasi itu terlihat dari kode yang digunakan dalam serangan tersebut. Kode tersebut diketahui sama dengankode yang pernah digunakan dalam peretasan di semasa lalu yang dituduhkan rezim pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.


Komentar Anda

Artikel terkait