Posted: 20 Mei 2017 12:09:16 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 258 kali

Lebih lanjut, ia mengatakan perusahaan yang didirikan bersama adiknya, Stevan Keraudy itu justru berkembang pesat seiring dengan kebocoran data yang semakin tinggi. Perusahaan yang berdiri sejak 2013 silam itu, memiliki banyak klien di Prancis.

Secara rinci ia disebutkan 50 persen dari 40 perusahaan di negeri mode itu merupakan kliennya. Saat menangani kebocoran data, pihaknya mengklaim mampu mengembalikan data yang bocor dalam hitungan jam saja. "Kami menemukan data perusahaan-perusahaan tersebut tidak aman dengan bagaimana mereka memproteksinya. Kami juga mengembalikan data-data yang bocor hanya dalam waktu beberapa jam," katanya.

Erwan pun mengungkapkan kebocoran data-data di bandara di berbagai negara bisa sangat berbahaya jika dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab, seperti teroris. Tak hanya soal bandara, ia bahkan menyebut kebocoran juga terjadi pada blue print sebuah bank terbesar di Eropa. Ada juga kebocoran blue print sebuah satelit. Sayang, ia tak menyebut detil korban kebocoran data tersebut.

Ia hanya mengungkapkan kebocoran data biasanya disebabkan pihak ketiga. "Dan 90 persen kebocoran data itu biasanya disebabkan oleh pihak ketiga, seperti supplier atau karyawan. Sering kali bukan karena mereka bermaksud jahat, tetapi mereka hanya orang-orang yang tidak mengerti kalau sudah membocorkan data," ungkapnya.


Komentar Anda

Artikel terkait