Posted: 19 Mei 2017 11:33:01 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 100 kali

Wanna Cry Ransomware masih menjadi bahan perbincangan panas di jagad teknologi. Sampai saat ini malware ini telah menyebar ke banyak negara dan menyerang PC dan laptop instansi maupun individu. Meski demikian, Menteri Komunikasi dan Informatika memastikan virus ini tidak akan menginfeksi ponsel.

Hal tersebut disampaikan Menkominfo dalam acara Technology Forum yang diselenggarakan di Djakarta Theatre, Selasa, (16/5/2017). Ia memperkirakan korban virus ini sudah mencapai ribuan. Beruntung, penyebaran di Indonesia tidak seluas seperti negara-negara lain di Eropa.

Sejauh ini, serangan virus itu di Tanah Air menyasar rumah sakit, kantor Samsat, perusahaaan dan perpustakaan universitas. Menkominfo menyebut tidak ada kementrian atau badan pemerintah yang terdampak serangan siber tersebut.

"Hari Sabtu (13/5/2017-red), saya sudah beritahukan ke kabinet dan para menteri," katanya. "Hari Minggu, saya khusus komunikasi dengan Menteri Perhubungan, ESDM dan Ketua OJK, memastikan agar tidak terserang. Karena transportasi, energi serta perbankan dan keuangan adalah critical sector, " terusnya.

Sementara itu, seperti diberitakan beberapa hari belakangan ini, Wanna Cry menyerang komputer dan laptop dengan sistem operasi Windows 8 dan yang lebih tua. Gara-gara mencuatnya malware tersebut, Microsoft pun mengambil kebijakan merilis kembali pembaharuan sistem operasi lawasnya, teramasuk Windows XP. Padahal, OS yang baru saja disebut sudah dihentikan dukungannya sejak 2014 silam.


Komentar Anda

Artikel terkait