Posted: 19 Mei 2017 11:28:53 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 94 kali

Serangan Wanna Cry masih merajalela dan belum ditemukan ‘penawarkan’. Menyikapi hal tersebut, Menteri Koumunikasi dan Informatika, Rudiantara mengaku tidak khawatir. Pasalnya, serangan ini termasuk isu internasional, sehingga para teknisi dunia bakal mencari cara untuk ‘menawarkan’ serangan tersebut.

"Ini kan isu internasional, para teknisi di dunia, para white hacker mencari cara untuk melakukan dekripsi, jadi saya tidak khawatir," katanya ujar Rudiantara, di sela acara Indonesia Techonology Forum Selasa (17/5/2017) di Djakarta Theatre. Lebih jauh, ia juga mengatakan para ahli di Indonesia juga tengah melakukan komunikasi dengan komunitas internasional, mencari cara untuk mendekripsi file yang terkunci akibat serangan WannaCry. Meski demikian, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Seperti santer dikabarkan beberapa hari belakangan, para korban Wanna Cry mendapati file-nya terkunci atau terenkripsi. Mereka diminta membayarkan USD 300 melalui bitcoin agar data mereka bisa dibuka kembali. Meski demikian, tidak ada jaminan pengguna yang membayar tebusan itu juga lantas diberi kode untuk membuka file-nya yang terkunci. "Sampai sekarang, saya belum pernah dengar ada orang yang bayar kemudian dikirim kunci dekripsinya," kata pria yang akrab disapa Chief RA itu.


Komentar Anda

Artikel terkait