Posted: 19 Mei 2017 11:26:50 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 79 kali

Serangan Wanna Cry yang membabi buta pada akhir pekan lalu telah mencuatkan pertanyaan besar ihwal siapa dalang di balik serangan tersebut. Meski masih sebatas dugaan, sejumlah peneliti dunia menduga Korea Utara terlibat dalam serangan ransomware yang diklaim terbesar yang pernah ada itu.

Selain Simon Choi, ahli keamanan dari Korea Selatan, dugaan keterlibatan negara berhaluan komunis itu dalam serangan siber kali ini juga mencuat dari Kaspersky Lab dan Symantec. Apabila dugaan ini benar, berarti telah menambah panjang deretan peretasan yang dilakukan Korea Utara.

Negara yang berarsenal nuklir itu tercatat pernah melakukan serangan berskala besar ke Korea Selatan. Serangan tersebut terjadi antara 2009 dan 2013 dan mematikan laman-laman pemerintah, sistem perbankan bahkan melumpuhkan stasiun penyiaran televisi.

Justru karena sudah acap kali menjadi langganan serangan siber Korea Utara, Korea Selatan lebih waspada. Baik pemerintah maupun perusahaan-perusahaan di Negeri Gingseng itu lebih hati-hati dan memperbaharui software mereka. Tak mengherankan jika dalam serangan ransomware Wanna Cry yang mengguncang dunia kali ini, Korea Selatan tidak terlalu terdampak.


Komentar Anda

Artikel terkait