Posted: 15 Mei 2017 15:34:36 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 450 kali

Serangan Wanna Cry merajalela di dunia. Hingga Minggu, (14/5/2017) dilaporkan telah ada 200 ribu korban dari 150 negara. Belum juga usai serangan tersebut, kini serangan serupa versi terbaru sudah menggegerkan.

Indonesia pun tak luput dari serangan tersebut. Wanna Cry versi terbaru memiliki karakteristik sama dengan pendahulunya, yaitu mengunci data. Ketua Tim Koordinasi dan Mitigasi Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Gildas Deograt Lumy mengatakan, pihaknya masih mempelajari ransomeware Wanna Cry ‘jilid dua’ itu.

"Selang beberapa setelah malware Wanna Cry itu menyerang, muncul Malware Wanna Cry versi 2. Kami mendeteksi virus itu tidak jauh berbeda dengan Wanna Cry versi 1," katanya seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin, 15 Mei 2017. Gildas menambahkan meski ada serangan versi kedua, tetapi Wanna Cry versi pertama dinilai lebih krusial. Mengingat serangan yang begitu massif, ia mengimbau untuk tidak sembarangan membuka dokumen di komputer maupun laptop.

Ia mengimbau kepada pengguna untuk memperbaharui sistem patch-nya dan tidak menggunakan Windows bajakan. "Harus dipastikan sistem patch-nya sudah diperbarui (update) dan jangan menggunakan sistem operasi Windows yang bajakan. Dikhawatirkan virus itu asal menyerang, tidak ada target tertentu, jadi siapa saja bisa kena," katanya.


Komentar Anda

Artikel terkait