Posted: 21 April 2017 11:01:48 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 82 kali

Ia juga mengatakan pemerintah perlu memilih antara tetap terikat pada masa lalu dan melindungi kepentingan sebagian orang atau ingin membuat Italia meraup untung dari penggunaan teknologi. "Sekarang, pemerintah tidak bisa menghabiskan waktu untuk memutuskan apakah mereka ingin tetap terikat dengan masa lalu, melindungi keuntungan sebagian orang ataukah mereka ingin Italia mendapatkan untung dari penggunaan teknologi baru, " terusnya lagi.

Di sisi lain, pihak asosiasi taksi Italia berbangga dengan kemenangannya. "Ini adalah keputusan keempat oleh hakim Italia yang menganggap Uber sebagai kompetitor tidak adil dalam pertarungan di pengadilan yang telah dimulai sejak awal 2015 untuk menghentikan kompetisi tidak adil yang pernah masuk ke industri transportasi publik lokal," kata mereka.

Sementara itu, Uber diberikan waktu 10 hari untuk mengajukan banding. Opsi lainnya startup itu harus menghentikan operasi mereka di Italia. Apabila kedua opsi ini tidak ada yang dipilih, maka Uber harus membayar denda hingga USD10,600 atau setara Rp141,5 juta  per hari selama mereka beroperasi secara tidak legal.


Komentar Anda

Artikel terkait