Posted: 12 Januari 2017 09:06:36 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 142 kali

Dalam rangka untuk menekan tingkat kerusakan lingkungan di Indonesia akibat pemakaian kertas dalam jumlah yang besar, Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) Republik Indonesia baru-baru ini menghadirkan sebuah aplikasi baru yang diklaim dapat membuat tanda tangan Anda menjadi digital. Diungkapkan Herry Abdul Aziz, Staf Ahli Bidang Teknologi Kominfo RI, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke tiap kementrian dan pemerintah daerah (pemda) di Indonesia untuk dapat mengaplikasikan aplikais yang diberi nama Tanda Tangan Digital (TTD) tersebut.

Lebih lanjut Herry mengungkapkan bahwa penggunaan TTD sangat penting untuk penghematan penggunaan kertas yang tentunya akan berdampak sangat besar untuk lingkungan, terutama menekan penebangan pohon dalam memproduksi kertas. Selain itu, penggunaan TTD juga dapat menghindari tindakan cyber crime yang sedang marak terjadi di Indonesia. Dengan begini, aksi cyber crime bisa terlacak keakurasiannya dengan mengggunakan TTD. Ada empat jaminan dari TTD yang mempunyai kekuatan dan akibat hukum yang sama dengan tanda tangan manual. Keempat jaminan tersebut adalah TTD memberikan jaminan identitas yang valid, jaminan kerahasiaan, jaminan integrits serta jaminan nirsangkal terhadap dokumen dan transaksi elektronik.

Untuk saat ini, penggunaan TTD sudah dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak dalam proses pengurusan faktur pajak. Bahkan, TTD digunakan lebih dari 230 ribu dokumen, sehingga sudah memangkas penggunaan kertas dalam jumlah banyak. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua sistem dokumen kantor bisa menggunakan TTD, salah satunya adalah proses dokumentasi keuangan. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa Undang-Undang yang mewajibkan sistem dokumentasi menggunakan proses manual.

Direktur Keamanan Informasi Kominfo RI, Aidil Chendramata‎mengatakan bahwa salah satu penerapan TTD bisa menggunakan flashdisk atau token dengan kode password yang hanya diketahui oleh pemilik TTD. Akan tetapi, token tersebut hanya bisa menyimpan, nantinya akan ada password dan software khusus yang sudah diberikan kewenangan membuat TTD. Untuk dapat menggunakan software TTD, baik pemerintah maupun non pemerintah, pengguna bisa mengajukan sebagai Certification Authority (CA) ke Kominfo. Nantinya akan ada beberapa persyaratan CA yang harus dipatuhi oleh pengguna.

Sebagai tambahan informasi, di tahun 2017 ini akan ada 11 provinsi di Indonesia yang akan disambangi oleh Kominfo RI melalui Direktorat Keamaan Informasi. Kota Palembang, yang merupakan ibukota Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi kota keempat dalam agenda Seminar dan Workshop Tanda Tangan Digital Kominfo RI.


Komentar Anda

Artikel terkait