Posted: 11 April 2016 08:59:31 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 435 kali

Melihat perkembangan model yang dilakukan pebisnis teknologi di Indonesia saat ini, Komisaris TeknoVentura, Adie Marzuki mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pebisnis teknologi yang bisa menumbuhkembangkan industri digital, khususnya para startup. Pasalnya, dirinya melihat jika model yang dilakukan pebisnis teknologi khususnya para angel investment saat ini cenderung hanya fokus terhadap valuasi dan kurang memperhatikan membangun sebuah industri. Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan leader industri, bukan financial engineer.

Andie menambahkan bahwa startup yang ideal menurutnya adalah fokus ke akuisisi pasar atau user, inventing and innovating, eksperimen dengan model bisnis dan reveneue streaming, bangun jaringan dan lain-lainnya tanpa mengurus soal valuasi. Jika hanya valuasi yang dipikirkan, maka khawatirnya model bisnisnya belum matang. Apabila startup yang ada di Indonesia saat ini banyak yang mengurusi permasalahan valuasi dengan harapan perusahaan menjadi menarik di mata investor, maka dapat dipastikan ke depannya model bisnis startup tersebut menjadi tidak proven.

Bahkan, lanjutnya, banyak pola-pola penempatan pre seed atau seed funding yang dilakukan oleh pebisnis teknologi hanya sebagai salah satu upaya penguatan atau instrumen peningkatan valuasi perusahaan, bukan dengan semangat membangun industri. Kegiatan tersebut berujung ke penjualan perusahaan setelah mendongkrak valuasi perusahaan tersebut. Langkah tersebut dinilai kurang kondusif dalam pembangunan ekosistem industri secara holistic.

Di TeknoVentura sendiri, Andie mengunkapkan bahwa perusahaan memiliki prinsip untuk selalu mengedepankan pertumbuhan startup secara berkesinambungan tanpa mengukur kecepatan payback period. Dengan demikian, perusahaan tidak mengukur kecepatan payback period karena lebih mengutamakan pertumbuhan yang berkesinambungan.


Komentar Anda

Artikel terkait