Posted: 09 Oktober 2015 09:29:31 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 583 kali

Google terancam didenda hingga jutaan dollar Amerika Serikat apabila tidak mengindahkan intruksi pemerintah Rusia terkait pengaduan yang dilontarkan oleh Yandex, perusahaan mesin pencari asal Rusia. Baru-baru ini, Yandex diketahui telah melayangkan gugatan terhadap Google terkait bundling aplikasi Search dan Maps pada handset Android. Hal tersebut diakui pihak Yandex dapat  mengganggu bisnis perusahaan. Pemerintah Rusia pun memberikan tenggang waktu kepada Google hingga 18 November 2015. 

Bulan lalu, Russian Federal Anti-Monopoly Service mengungkap bahwa Google harus melakukan 'unbundle' pada aplikasi dan layanan dari platform mobile. Badan asal Rusia tersebut bukan satu-satunya yang menginstruksikan kepada Google untuk unbundle aplikasi dan layanan, di Amerika Serikat, kompetitor mendorong Federal Trade Commission (FTC) untuk menginvestigasikan mekanisme bundling tersebut. Beberapa perusahaan tersebut mengklaim Google Play Service sebagai layanan yang memonopoli dan mengontrol ketat atas Android, meskipun sifatnya dinyatakan platform open source.

Pemerintah Rusia menyebutkan bahwa untuk unbundling aplikasi Google dari Android sebenarnya adalah perkara yang mudah. Namun sayangnya Google Mobile Service telah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses sertifikasi Google untuk Android. Meski demikian, pemerintah Rusia tetap tegas dalam menangani kasus ini. Jika Google tidak segera mengindahkan intruksi tersebut, maka pemerintah Rusia bisa memberlakukan denda hingga 15 persen yang ditarik dari pendapatan Google untuk bundling aplikasi. Menurut analis, Google bisa mendapatkan pemasukan USD560 juta per tahun dari bundling aplikasi.


Komentar Anda

Artikel terkait