Posted: 01 Agustus 2008 08:49:09 by UKSW BeritaNet.com | Dilihat 9002 kali

Dua software karya kelompok mahasiswa UKSW, berhasil mendapatkan tiga medali di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXI (PIMNAS XXI) yang diselenggarakan pada tanggal 14-19 Juli yang lalu. Ini membuktikan bahwa kemampuan mahasiswa dalam pembuatan perangkat lunak komputer tidak bisa dipandang sebelah mata. Dua software tersebut adalah Software Pembelajaran Aksara Jawa untuk Anak Berbasis Multimedia (meraih 1 medali emas untuk kategori poster dan 1 perunggu di kategori PKM Teknologi) dan Software Penerapan Identifikasi Personal Berbasis Steganografi (meraih 1 medali perak di kategori PKM Teknologi). Berikut adalah resume singkat tentang kedua software tersebut.
 
1. Software Pembelajaran Aksara Jawa Berbasis Multimedia
 
Software pembelajaran Aksara Jawa untuk Anak Berbasis Multimedia, merupakan software peraih medali perunggu untuk kategori Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Teknologi di PIMNAS XXI Unnisula Semarang. Software ini merupakan hasil kerja keras tiga personil mahasiswa Program Profesional Teknik Informatika yaitu Candra Kurniawan, Prima Sugiarto dan Ima Kristanti, di bawah asuhan Bapak Teguh Wahyono dan Bapak Ricky Christianto dari PPTI UKSW.

Program ini dibuat dengan latar belakang bahwa aksara Jawa merupakan salah satu budaya asli Indonesia yang perlu dipikirkan upaya-upaya pelestariannya. Kesulitan dalam pelestarian budaya tersebut terjadi karena aksara tersebut tidak digunakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Masyarakat lebih senang menggunakan huruf abjad yang juga digunakan oleh sebagian besar penduduk di Indonesia dan bahkan dunia.

Pemerintah memang memasukkan pembelajaran aksara Jawa tersebut ke dalam kurikulum anak sekolah, khususnya di daerah Jawa Tengah. Dalam pelajaran untuk anak-anak SD dan SMP di Jawa Tengah dan sekitarnya, aksara jawa merupakan bagian dari mata pelajaran Bahasa Daerah. Mata pelajaran tersebut tidak dipungkiri merupakan salah satu mata pelajaran yang sedikit peminatnya karena kerumitan penulisan dan cara mengucapkannya. Dan anak - anak SD/SMP kebanyakan kesulitan untuk mengingat huruf-huruf jawa dikarenakan kurangnya aplikasi untuk membantu belajar mereka. Untuk membantu pembelajaran aksara Jawa tersebut, ide untuk membuat sistem pembelajaran bahasa jawa melalui media komputer ini muncul. Kegiatan belajar mengajar saat ini tidak luput dari komputer. "Dan pada jaman yang semakin maju saat ini, banyak pengembangan cara mengajar dari sekolah untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin lama semakin maju.

Kebanyakkan dari siswa SD-SMP sudah mulai menyukai teknologi komputer, dikarenakan adanya permainan- permainan menarik yang ada di teknologi komputer. Maka dari itu akan lebih mudah menarik minat mereka untuk belajar berbagai mata pelajaran, khususnya belajar aksara Jawa melalui aplikasi berbasis komputer", demikian uangkap Candra di Ketua Kelompok.
 
2. Software Penerapan Kartu Identifikasi Personal Berbasis Steganografi

Software yang meraih medali perak di PIMNAS ini dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa FTI (Fakultas Teknologi Informasi) UKSW yang terdiri dari empat orang yaitu Elaine Septiana, Chandra Kurniawan, Omega Palguno dan Yunita Kusuma Dewi, di bawah asuhan Bapak Sri Julianto, M.Kom.
 
Pengembangan Software ini dilatarbelakangi bahwa Identitas personal merupakan salah satu hal terpenting yang harus dimiliki setiap orang. Identitas ini bisa dikatakan sebagai ganti jati diri seseorang dalam bentuk yang berbeda (contoh KTP). Dengan adanya identitas yang diakui ini seseorang bisa melakukan berbagai hal seperti, membuat tabungan di bank, membuat kartu kredit, melakukan peminjaman uang dibank ataupun jika dia ingin berergian keluar negeri. Hal penting lainnya adalah setiap orang yang memiliki identitas akan tercatat dan akan mendapatkan pengakuan hak sebagai seorang warga negara (dalam suatu negara). Selain itu dengan adanya identitas hal ini akan bisa menjadi bukti bahwa dia itu pernah “ada”.
 
Tidak semua masyarakat Indonesia mengetahui betapa pentingnya sebuah kartu identitas. Banyak dari mereka hanya mengetahui bahwa kartu itu hanya digunakan untuk membuktikan diri mereka jika ada pemeriksaan oleh aparat keamanan negara atau untuk keperluan pendataan penduduk. Padahal kegunaan kartu identitas tidak hanya untuk membuktikan jati diri ataupun pendataan penduduk, namun bisa juga digunakan untuk keperluan lainnya seperti membuat rekening di bank dan yang paling penting diIndonesia saat ini adalah untuk keperluan pemilihan umum. Seharusnya kegunaan dan pentingnya akan kartu identitas ini haruslah diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Penelitian yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah menyelipkan informasi biometrika berupa sidik jari, geometri jari tangan, sidik jari, iris mata, tanda tangan ke dalam suatu gambar asli ( berupa gambar foto penduduk ). Informasi yang disisipkan hanya berupa gambar biometrika. Sistem penggunaan biometrika digunakan karena setiap orang memiliki karakteristik biometrika yang tidak mungkin sama, sehingga diharapkan dapat menghindari duplikasi data identitas.
 
Sumber : Komunitas Pointer UKSW


Komentar Anda

Artikel terkait