Posted: 04 Agustus 2015 13:19:28 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 649 kali

Sistem operasi Windowas 10 akhirnya resmi diluncurkan oleh Microsoft dalam waktu dekat ini ke 190 negara, termasuk Indonesia. Namun sayangnya, baru beberapa hari pasca peluncurannya, sistem operasi tersebut telah mendapat kritik negatif dari Senior Editor PC World, Mark Hachman. Hachman dikabarkan telah melontarkan kritikan terhadap opsi berlangganan yang ditujukan pada pengguna untuk dapat memainkan game Solitaire di Windows 10.

Hachman menilai bahwa keputusan Microsoft tersebut merupakan keputusan yang aneh. Hal tersebut dikarenakan pada saat akan memainkan game tersebut, pengguna memang tidak ditarik biaya apa pun. Namun ketika Anda akan memainkan game tersebut tanpa  iklan, maka Anda harus membayar sebesar US$ 1,5 per bulan atau US$ 9,99 per tahun. Pada Windows 10, game yang kini bernama Microsoft Solitaire Collection tersebut memang menampilkan iklan full screen berdurasi antara 15 - 30 detik. Sedangkan versi premium tidak memiliki iklan, serta menawarkan lebih banyak koin untuk 'Daily Challenges'.

Hachman pun menilai biaya yang harus dikeluarkan pengguna untuk upgrade ke versi premium Solitaire, kemungkinan berhubungan dengan alasan mengapa pengguna bisa upgrade Windows 10 gratis. Namun jika memnag demikian, maka Hacman menilai bahwa tindakan ini tidak adil dan dia pun merasa kecewa dengan peraturan tersebut.


Komentar Anda

Artikel terkait