Posted: 11 Juni 2015 10:36:12 by Handayani BeritaNet.com | Dilihat 579 kali

Aplikasi pemesanan taksi online Uber telah beberapa waktu lalu telah menyambangi Indonesia, seperti di Jakarta dan Bali. Uber memberikan alternativ baru untuk membantu permasalahan transportasi yang ada di Indonesia. Namun keberadaan pemain aplikasi global tersebut justru dinilai meresahkan negara dan diklaim dapat mendominasi di Indonesia. Dengan adanya dominasi pemain global, maka pemain lokal akan tersingkirkan. Untuk itu, menteri  Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, melontarkan ide untuk "melawan" pemain aplikasi global yang sudah muncul di Indonesia.

Untuk mengurangi peran pemain aplikasi global agar tak mendominasi di Indonesia, menurut Rudiantara, perlu adanya bantuan dari kementerian lain. Bukan tanpa sebab, jika sudah berhubungan dengan pemain aplikasi besar luar negeri maka pastinya melibatkan diplomasi. Selain itu Rudiantara juga menyebutkan bahwa untuk melawan pertumbuhan aplikasi global itu sendiri maka perlu dibuat aplikasi lokal di Indonesia.

Di Singapura, pemerintahan setempat telah menyediakan layanan Beeline yang merupakan aplikasi sejenis Uber, untuk menyaingi pertumbuhan Uber  di negara tersebut. Rudiantara mengklaim bahwa Indonesia dapat mencontoh  langkah yang dilakukan pemerintah Singapura tersebut. Dengan menghadirkan aplikasi saingan Uber yang bersifat lokal, maka Rudiantara yakin bisa mengurangi peran Uber.




Komentar Anda

Artikel terkait