Posted: 07 Maret 2015 13:28:16 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 956 kali

Apabila korelasi politik dan teknologi di Tiongkok ditunjukkan dengan proteksi pemerintah bagi warganya dalam menggunakan media sosial atau pengetatan regulasi masuknya vendor atau inovasi teknologi asing, di Indonesia korelasi keduanya ditunjukkan dengan gejala yang berbeda.  Di Tanah Air, peristiwa politik justru memacu munculnya inovasi teknologi. Berikut beberapa buktinya.

Peristiwa politik yang sedang panas saat ini adalah perseteruan antara DPRD dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal “dana siluman”. Di samping memunculkan reaksi di media sosial, “dana siluman” rupanya sudah menjadi inspirasi bagi developer Vorir Studio untuk menciptakan game dengan nama yang sama. Pada game “Dana Siluman”, gamer diminta untuk memilih barang yang harganya masuk akal.

Sederet barang yang ditampilkan di game tersebut sudah ada harganya dan kadang tak masuk akal, misalnya Kulkas  Rp 1 miliar, juga Piama yang dibanderol Rp 500 juta. Harga tak rasional ini seolah menjadi sindiran terhadap persoalan APBD yang diributkan. Game “Dana Siluman” bukan aplikasi pertama yang muncul akibat peristiwa politik di negeri ini.

Tahun lalu pada masa pemilihan presiden, dunia maya di Indonesia turut dibuat ramai.  Dukungan terhadap capres-cawapres tidak saja diwujudkan masing-masing simpatisan melalui celotehan di media sosial, tetapi ada pula yag coba mewujudkan dalam sebuah karya teknologi. Sebut saja aplikasi bernama Prabowo VS Jokowi yang mengangkat artikel-artikel yang memberitakan kedua tokoh tersebut.

Bebagai persoalan yang menimpa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu juga memantik kreativitas dari Madfal Studio untuk membuat game bertajuk “kriminalisasi”. Game ini merupakan wujud dukungan kepada institusi pemberantasa korupsi tersebut dari segala bentuk upaya kriminalisasi. Dalam video game-nya Madfal Studio menuliskan  "Dukung KPK selalu, jaga dari kriminalisasi #saveKPK.

Adapula Muhammad Adam Fadila yang mengembangkan game “Bersihkan Wakil Rakyat” sebagai wujud dukungan terhadap Pilkada Langsung.

Hmm... kira-kira, peristiwa politik apa lagi yang bakal mengilmahi para developer melahirkan aplikasi-aplikasi terbarunya ya? Kita ikuti perkembangannya.


Komentar Anda

Artikel terkait