Posted: 04 Desember 2014 14:39:37 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 979 kali

Perkembangan internet telah memudahkan banyak lini kehidupan, salah satunnya di bidang pemerintahan. Sistem pemerintahan berbasis elektronik atau lebih dikenal dengan E-Government pun kini mulai gencar digeber. Langkah ini dinilai bakal mampu menghemat penggunaan anggaran negara.

Tak tanggung-tanggung, menurut Yuddy Chrisnadi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) penghematan tersebut mampu mencapai 50%. Meski demikian, Chrisnadi tidak bisa merinci secara pasti nominalnya. "Saya tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa jumlahnya, sekitar puluhan miliar tetapi penggunaan e-Government ini akan menghemat anggaran negara," tandasnya seperti dilansir Antara News (3/12/2014).

Di samping menyingung soal penghematan tersebut, ia juga memberikan penjelasan soal e-Government. "E-Government adalah sebuah istilah bagaimana memadukan sebuah sistem informasi melalui perangkat-perangkat canggih TI (Teknologi Informasi) sehingga memudahkan seseorang mendapatkan, mengolah dan melakukan disemininasi informasi," ungkapnya. Pengaplikasian sistem ini, diantara dapat menyentuh baik pada legislatif, yudikatif, adiminitratif publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis, imbuhnya lagi.

Guna mewujudkan hal tersebut, lanjut pria nomor satu di Kementrian PAN-RB tersebut, musti diintegrasikan dan dibutuhkan roadmap untuk penyatuannya. Road map itu pun kini tengah dibuat dan disusun. Sementara itu, untuk penyatuannya, Kemenpan-RB akan berduet dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Pelbagai hal tersebut direncanakan bakal selesai sebelum masa kepemimpinan Joko Widodo pada 2019 mendatang. Setidaknya penyelesaian diharapkan mampu mendekati 100% sebelum masa tersebut tiba.


Komentar Anda

Artikel terkait